Seperti Ini Modus Sindikat Penjualan Solar Ilegal Di Tegal

Vimanews-TEGAL-Modus operandi sindikat penjualan ilegal bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi yakni mengelabuhi petugas SPBU dengan kendaraan yang sudah dimodifikasi. 

Hal tersebut diungkapkan Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Yasin Kosasi dalam konferensi pers ungkap kasus bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi yang diperjualbelikan untuk industri perikanan di Pelabuhan Jongor, Kota Tegal.

Yassin memyampaikan Kendaraan yang digunakan untuk mengisi BBM berjenis truk, mobil boks, dan mobil panther. Tetapi tangki pengisian BbM nya sudah dimodifikasi sehingga daya tampungnya lebih banyak. 

Tiap mobilnya rata-rata bisa mengisi solar mulai Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Pengisian BBM tersebut dilakukan di SPBU wilayah Ungaran, Bawen, Salatiga, dan Semarang. 

“Dengan modus seperti ini tentu tidak akan dicurigai. Sehingga dalam satu harinya, mereka minimal bisa membeli tiga ton BBM dengan mobil-mobil tersebut,” kata Yassin, Kamis (7/10/21) di.Terminal BBM Lama Tegal Jalan Abimanyu, Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal.

Penyalahgunaan BBM solar bersubsidi tersebut, sambung Yassin, jelas sangat merugikan negara. Karena tersangka juga menjual BBM solar bersubsidi kepada kapal yang syarat gross tonnage-nya melebihi kapasitas. 

“BBM solar bersubsidi tersebut, seharusnya dijual kepada kapal dengan ukuran maksimal 30 GT. Namun para tersangka juga menjual kepada kapal dengan ukuran 138 GT,” jelasnya.. 

Jual beli BBM ilegal tersebut bahkan sudah berlangsung sejak sembilan bulan terakhir.  Dengan potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 50 miliar. 

“Tersangka ada dua orang kita kenakan sanksi berdasarkan Pasal 55 Undang-undang No 22 Tahun 2021 tentang Minyak dan Bumi Gas. Ancaman hukumannya paling lama 5 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar,” pungkas Brigjen Yassin Kosasih.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!