Pembelajaran Jarak Jauh Efektif Hanya 40 Persen, Hati Hati Learning Loss

Vimanews-TEGAL-Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ yang di laporkan Kemendikbud Ristek RI berjalan efektif hanya 40 persen.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, Kamis (2/12/21) sesaat usai menjadi narasumber dalam Workshop yang digelar Komisi X DPR RI bersama dengan Kemendikbud Ristek RI di Plaza Horison Hotel Tegal.

Dengan tingkat efektif PJJ yang hanya 40 persen, kata Fikri, sehingga pengamat pendidikan hati-hati dengan learning loss.

Oleh karena itu, Workshop pendidikan dengan tema Digitalisasi Pendidikan dan Transformasi Pembelajaran Tatap Muka dalam Mewujudkan Implementasi Merdeka Belajar digelar untuk mencari model, bagaimana caranya supaya tidak learning loss.

“Makanya, konsep PJJ tapi juga ada tatap muka, yang penting tidak menambah klaster baru. Karena saat ini sudah di warning bahwa akan ada varian baru. Akan tetepi SDM harus diselamatkan,” tandasnya.

Kedepan, sambung Fikri, problematika akan semakin kompleks kalau kemudian pendidikan ini gagal atau learning loss dan bisa lost generation ini bahaya.

Terkait survei efektivitas PJJ, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah melakukan survei yang luar biasa.

“Banyak usulan usulan dari siswa. Ada hal yang menonjol satu yakni terkait tidak adanya kuota ditambah ada berapa persen tidak punya gawai atau tidak punya alat untuk PJJ ini harus diselesaikan,” terang Fikri

Kedua, lanjutnya, usulan mereka kuota internet padahal kemarin sudah diberikan oleh Kemendikbud. Tetapi sekarang masih ada usulan artinya berarti di lapangan masih banyak kendala.

“Tidak tau apakah memang tidak efektif atau tidak ada penelitiannya. Anggaran Tujuh triliun yang dibagikan untuk kuota internet ini apakah efektif atau tidak. Faktanya di lapangan masih banyak siswa yang mengeluh tentang bantuan atau bagaimana mengratiskan,” pungkasnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!