Mulai 4 Oktober 2021 KA Kaligung, Kamandaka Dan Joglosemarkerto Kembali Beroperasi

Vimanews-TEGAL-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang akan kembali mengoperasikan KA Aglomerasi mulai Senin 4 Oktober-2021, setelah sempat dihentikan beberapa bulan.

Manager Humas Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan Daop 4 Semarang akan mulai mengoperasikan KA Kaligung dengan relasi Cirebon Prujakan – Semarang Poncol PP, Brebes – Semarang Poncol PP dan Tegal – Semarang Poncol PP.

“Juga akan melintas Kereta Api dari Daop lain yaitu KA Kamandaka relasi Purwokerto – Semarang Poncol PP dan KA Joglosemarkerto relasi Purwokerto – Solo Balapan PP dan Solo Balapan – Purwokerto – Tegal – Semarang Poncol – Solo Balapan,”ujar Krisbiyantoro dalam press release yang diterima Vimanews, Minggu (3/10/21) Pagi.

Krisbiyantoro menyampaikan, syarat dan ketentuan naik KA Aglomerasi tidak perlu menunjukkan STRP atau surat tugas lainnya dan hasil tes RT-PCR atau rapid antigen. Namun wajib sudah di vaksin minimal dosis pertama dengan bukti vaksin melalui aplikasi Peduli Lindungi atau kartu vaksin.

“Bukti vaksinasi Covid-19 tersebut akan dicek oleh petugas melalui layar komputer petugas boarding sebelum naik kereta.,” jelasnya.

Menurutnya, data vaksinasi akan secara otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding, karena KAI telah mengintegrasikan aplikasi Peduli Lindungi dengan sistem boarding di stasiun.

“Jika data tidak muncul pada layar komputer petugas, kata Krisbiyantoro, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin,” terang Krisbiyantoro.

Lebih lanjut Krisbiyantoro menyampaikan bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Selain itu, pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun masih tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan Kereta Api,” katanya.

Untuk aturan otokol kesehatan yang harus dipenuhi pelanggan, sambung Krisbiyantoro antara lain pelanggan diminta untuk memakai masker medis atau masker kain 3 lapis yang menutupi hidung dan mulut.

Termansuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak, dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

“Pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan,” tandasnya.

Krisbiyantoro juga menyamaikan pelanggan untuk jarak tempuh kurang dari 2 jam, tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan. Kecuali bagi individu dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

Terkait Pembelian atau pemesanan tiket, imbuhnya, dapat dilakukan melalui aplikasi KAI ACCESS ataupun melalui channel – channel ekternal yang telah bekerja sama dengan PT KAI ( Persero ).

“Dioperasikannya KA Aglomerasi ini dapat membantu mobilitas masyarakat yang tetap harus bepergian di masa pandemi Covid-19 dan KAI selalu mematuhi seluruh kebijakan pemerintah dalam hal penanganan Covid-19 pada moda transportasi kereta api,” pungkas Krisbiyantoro.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!