Air Mulai Surut, BPBD Kota Tegal Minta Warga Terdampak Banjir Tetap Waspada

Vimanews-TEGAL-Intensitas hujan yang tinggi sejak Senin, (22/11/21) sore hingga Selasa (23/11/21) pagi mengakibatkan ratusan rumah di Kecamatan Margadana terendam banjir.

Ketinggian air yang berkisar antara 60 – 70 cm mengakibatkan sejumlah warga dievakuasi mengungsi di Pendopo dan Mushola Kecamatan Margadana Kota Tegal.

Kepala BPBD Kota Tegal Andry Yudi mengatakan BPBD berkoordinasi dengan Kecamatan Margadana dalam hal ini pak camat untuk Pendopo Kecamatan Margadana menjadi pusat titik pengungsian khususnya di seputaran  Keurahan Sumurpanggang yang terdampak paling parah.

“Data yang terhimpun sampai sore ini ada 128 jiwa yang sudah mengungsi di Pendopo dan Mushola Kecamatan Margadana,” terang Yudi, Selasa (23/11/21) Sekira pukul 15.30 WIB.

Pihaknya, kata Yudi, sudah mencoba untuk memenuhi kebutuhan terutama pangan. Dan juga ada kebutuhan sekunder.

“Untuk kebutuhan sekunder lainnya seperti untuk balita kita cukupi pampers dan makanan tambahan. Sedangkan untuk manula kita siapkan juga pampers terutama dua jiwa yang menderita stroke,” jelasnya.

Menurut Yudi, tempat pengungsian kita pusatkan di Pendopo Kecamatan Margadana. Lansia dan Anak-Anak balita dikhususkan di tampung di Mushola Kecamatan.

“Mushola kita khususkan bagi lansia dan balita,” ujarnya.

Terkait debit air, sampai sore ini air sudah turun signifikan halaman Kantor Kecamatan tadi tergenang. “Saya sudah berkoordinasi dengan PSDA khususnya para petugas pintu bendung seng. Ini sudah buka dua pintu, semalam tiga pintu,” terangnya.

Maka, sambungnya, ketinggian air sampai sudah surut signifikan dari 60-70 cm sekarang tersisa 40 cm.

Kepada warga khususnya Kecamatan Margadana, Yudi mengimbau untuk tetap waspada apabila ada peringatan dari BPBD,  segera melakukan evakuasi mandiri di tempat tempat yang telah ditentukan untuk pengungsian.

“Kita belum tentukan siaga satu, karena ramalan BMKG ini cuaca ekstrem masih awal musim hujan. Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan dampaknya memang dari peralihan ini ada iklim siklon nanina yang menyebabkan cuaca ekstrem,” bebernya.

Lebih lanjut Yudi mengatakan berdasarkan BMKG, Kota Tegal saat ini belum masuk musim penghujan. Karena musim hujan di Kota Tegal pada bulan Januari-Februarai 2022.

“Maka saya tetap mewaspadai terhadap dampak dampak dari puncak musim hujan di bulan januari dan februari,”tukasnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!