Hujan Angin, 15 Rumah Warga Pesurungan Kidul Kota Tegal Rusak

Vimanews-TEGAL-Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Tegal, sejak Kamis (18/11/21) Malam hingga Jumat (19/11/21) Pagi mengakibatkan belasan rumah warga di Kelurahan Pesurungan Kidul Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal rusak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal Andri Yudi Setiawan mengatakan kejadian yang menonjol akibat hujan angin semalam terjadi di pesurungan kidul.

“Hujan semalam disertai badai angin. Dari hasil pemantauan memang bukan puting beliung tapi badai angin,” kata Andri, Jumat (19/11/21).

Angin dengan kecepatan tinggi atau angin ribut tersebut, kata Andri, menerjang satu kelurahan di Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

“Total yang kami data ada sekitar 15 rumah warga masyarakat di RW 1, 2 , 4 dan 5 Kelurahan Pesurungan Kidul dengan tingkat kerusakan berbeda beda,” terangnya.

Tim Reaksi Cepat BPBD, sambungnya, pagi tadi sudah melakukan assement terhadap kerusakan kerusakan yang berada di wilayah terdampak.

Menurutnya, sudah ada hasil dari 15 rumah dengan tingkat kerusakan berbeda. Pada umumnya kerusakan terjadi di atap genteng, dengan tingkat kerusakan ada yang ringan dan sedang

“Saya sudah melaporkan kepada pak Sekda selaku eks evisio kepala BPBD. Hari ini, jam 14.00 WIB, kami mengundang instansi terkait maupun vertikal TNI Polri untuk melakukan koordinasi penanganan tersebut,” ujarnya.

Selama ini, lanjut Andri, BPBD sudah berkoordinasi dengan Basnas untuk penanganan bencana. “Karena ini sifatnya kedaruratan dan setiap ada kejadian mendekati hari libur. Untuk pengurusan anggaran dari APBD kan otomatis tertunda dengan hari libur tersebut,” bebernya.

Lebih lanjut Andri mengatakan, di tahun 2021 BPBD tidak memiliki dana on call. Namun anggaran tahun 2022 BPBD sudah mengajukan dana on call untuk mengantisipasi kejadian kejadian seperti hari ini.

“Dana on call ini nanti tidak serta merta. Kita juga harus melalui prosedur prosedur yang panjang. Ketika terjadi bencana, BPBD melalui dana on call yang ada di anggaran bisa langsung untuk mencairkan dan membantu masyarakat yang mengalami dampak bencana,” jelas Andri.

Untuk kerusakan berat, imbuhnya, BPBD tidak bisa menentukan langsung. Tapi menunggu hasil perhitungan dari PUPR. Setelah assesment yang dilakukan, maka PUPR akan menentukan jumlah kerusakan dan kerugian.

“Penilaian tingkat kerusakan dilakukan staf ahli PUPR dari situ nanti baru kami bisa mengetahui tingkat kerusakan beratnya,” pungkas Andri Yudi S.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!