Fikri Dorong Event Budaya Dan Kreatif di Brebes Lebih Geliat

Vimanews-TEGAL-Anggota DPR RI asal dapil Jawa Tengah IX, Abdul Fikri Faqih mendorong geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Brebes usai menurunnya level pembatasan kegiatan masyarakat menjadi level 3.

“Namun tetap dalam koridor yang aman dan protokol Kesehatan, disamping itu banyak event kreatif budaya yang sesuai dengan kondisi pandemi saat ini,” ucapnya saat membuka diskusi dalam Kegiatan Bimbingan Teknis kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Baparekraf RI di Hotel Grand Dian Brebes, Selasa (19/10/21).

Fikri lebih lanjut meminta semua pihak berkolaborasi dalam mensukseskan program perbaikan ekonomi masyarakat, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya usai dihantam badai pandemi dalam dua tahun terakhir.

“Kami prihatin dengan melemahnya aktifitas ekonomi masyarakat di sektor pariwisata, seni pertunjukan, hingga kuliner di Brebes, meskipun kita tetap harus optimis melihat peluang,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Peluang yang dimaksud adalah tumbuhnya sektor ekonomi lain, justru di kala pandemi terjadi. “Misalnya di sektor aplikasi digital, masyarakat harus bisa memanfaatkan peluang ini untuk berkreasi jualan melalui online (daring), ataupun event kreatif yang kini ramai secara daring,” jelasnya.

Namun demikian, dirinya juga mengingatkan agar tetap berhati-hati dalam membuka aktifitas wisata yang beresiko meningkatkan angka infeksi covid-19. “Jangan sampai Ketika dibuka, langsung muncul klister-klaster baru, sehingga kita harus memulai dari awal lagi,” pintanya.

Fikri memandang penting koordinasi berbagai pihak terkait dalam program wisata dan ekonomi kreatif di Brebes untuk Bersama memberi solusi bagi masyarakat, utamanya pelaku seni dan budaya. “Dalam konteks parekraf dikenal istilah ABG-Caem, yakni Akademisi, Bisnis, government, community, media yang menjadi kunci sukses dalam setiap perhelatan event,” pungkas Fikri.

Koordinator Wisata Budaya dan Buatan, Direktorat Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/ Baparekraf RI, Arya Galih Anindita mengungkapkan, banyak komponen wisata yang sesungguhnya sangat cocok dengan kondisi pandemi.

“Karena bidang wisata minat khusus ini malah menjauhi kerumunan, contohnya wisata pedesaan, trekking, bahari, petualangan, olahraga, jelajah, ekstrem sport, dll,” urainya.

Arya mengungkapkan, Kementeriannya siap mendampingi stakeholders Brebes untuk menghasilkan ide-ide kolaboratif sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk lebih bergeliat.

“Misalnya dalam hal media promosi dan pendampingan manajemen event wisata dan budaya di Brebes,” ucapnya.

Pelaksana Teknis (Plt) Dinas Porapar Kabupaten Brebes, Selamet Arjono mengakui pihaknya kesulitan dalam mendongkrak sektor parekraf di Brebes setelah jatuh tertimpa pandemi Covid-19.

“Ada 9 desa wisata yang sudah ber-SK bupati, namun pengembangannya terhambat karena pandemi,” terangnya.

Disamping itu, banyaknya objek wisata di bawah tanggung jawab pemerintah kabupaten Brebes yang mulai tidak terurus. “karena jumlah staf terbatas, anggaran dan pemasukan pun minim,” ucapnya.

Menurut Selamet, Alokasi Anggaran untuk sektor pariwisata Brebes di tahun 2022 hanya mencapai Rp. 2,4 miliar, sedangkan PAD yang ditarget untuk sektor tersebut Rp. 2,1 miliar.

“Jadi kami menarget pemasukan dari objek wisata belum cukup untuk menutup cost,” katanya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!