Edy Suripno Minta Wali Kota Tinjau Ulang Kebijakan, Usaha Rakyat Kecil Jangan Jadi Korban

Vimanews-TEGAL-Viralnya hajatan dan konser dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo (WES) di Lapangan Tegal Selatan, Rabu 23 September 2020 lalu, berdampak buruk terutama bagi pengusaha dan pedagang kecil.

Pasalnya, setelah viralnya acara hajatan dengan hiburan dangdut yang digelar WES yang menyebabkan terjadi kerumunan massa tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) langsung mengambil berbagai langkah.

Diantaranya menutup kembali tempat-tempat hiburan, obyek wisata, pasar tiban, cafe-cafe dan mematikan sebagian lampu di tempat tempat keramaian. 

Para pengusaha dan pedagang kaki lima pun menjerit, berbagai tulisan kekesalan, keluhan disampaikan mereka lewat sosial media.

Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD Kota Tegal Edi Suripno angkat bicara. Ia mengatakan apa yang terjadi di Kota Tegal menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama dalam menangulangi pandemi yang ada di Kota Tegal.  

“Betapa dasyatnya publik merespon insiden tersebut. Ini menjadi pelajaran dan catatan kita semua.  Kasus sekecil apapun jika menimpa pejabat maka publik akan merespon, ” tegas Uyip panggilan Edy Suripno, Senin (29/9/2020).

Uyip menyayangkan jika keputusan Pemkot Tegal dalam penanganan Covid-19 dengan menutup obyek wisata, tempat hiburan, PKL pasar tiban.

“Semestinya, bagaimana menghadapi pandemi  namun ekonomi  bawah tetap hidup.Jangan sampai alasan pandemi malah mematikan ekonomi masyarakat kecil,” tandasnya.

Uyip menilai kesannya ada balas dendam, ketika nitizen atau publik merespon insiden buruk yang dilakuakan pejabat, di jawab dengan menutup semua akses publik dalam mengais ekonomi, sehingga ekonomi rakyat kecil mati.

“Kesan seperti ini, tidak menyelesaikan masalah tapi akan memancing reaksi publik lainnya.Rakyat salah apa dengan kasus WES. Apa kesalahan pedagang PAI, apa salahnya PKL, apa salahnya pengusaha restoran dan rumah makan, sehingga mereka harus menanggung akibatnya,” kata Uyip.

Semestinya, insiden seperti itu direspon dengan kebijakan yang baik, tidak dengan kebijakan yang mencederai masyarakat banyak.

Sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tegal, Uyip pun meminta Wali kota untuk meninjau ulang kebijakan yang telah dikeluarkan.

Kita jadikan insiden kemarin sebagai pelajaran kita semua. Selanjutnya, kita gotong royong bersama rakyat untuk membangun  ekonomi Kota Tegal yang lebih baik,” ujarnya.

Sehingga, imbuhnya, di tengah pandemi ini, ekonomi tetap bisa berjalan dengan baik dan rakyat juga tidak resah.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!