Ditpolair Baharkam Polri Berhasil Ungkap Kasus Penyelewengan BBM Bersubsidi Di Tegal

Vimanews-TEGAL- Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri berhasil mengungkap kasus penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi yang diperjualbelikan untuk industri perikanan di Pelabuhan Jongor, Kota
Tegal.

Hal tersebut disampaikan Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Mohammad Yassin Kosasih dalam konferensi pers yang digelar Kamis (7/10/21) di Terminal BBM Tegal Lama Jl Abimanyu, Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal.

“Pengungkapan kasus ini bermula dari adanya informasi masyarakat mengenai penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi pemerintah yang dijual dengan harga kisaran Rp. 7.500,- sampai Rp. 7.800,- perliter. Sedangkan harga jual dari PT. Pertamina adalah berkisar antara Rp. 8.000,- sampai Rp. 9.000,- perliter, “terang Yassin.

Dengan berbekal informasi tersebut pihaknya bersama Tim Kapal Patroli KP Anis Macan 4002 melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya 3 (tiga) unit truk tangki warna biru putih bertuliskan PT. Sembilan Muara Abadi Petrolium Gas di Pelabuhan Perikanan Jongor Kota Tegal yang sedang melakukan pengisian BBM jenis solar ke kapal KM Mekar Jaya 3.

“Dan dari pemeriksaan awal bahwa BBM jenis solar tersebut berasal dari gudang yang berada diwilayah Bregas Kidul, Kecamatab Bergas, Kabupaten Semarang,” ungkapnya.

Kemudian lanjutnya dari pendalaman dan pengembangan yang dilakukan oleh Tim Subdit Gakkum Ditpolair langsung melakukan pemeriksaan digudang bongkar muat BBM jenis solar yang ada diwilayah Bergas Kidul, Semarang dan ditemukan adanya 19 unit kendaraan berupa 14 unit truk modifiksi dan 5 unit truk tangki warna biru putih bertuliskan PT. Sembilan Muara Abadi Petrolium Gas selaku pengoprasionalnya.

Dari hasil pengembangan pemeriksaan oleh Tim Subdit Gakkum diperoleh informasi bahwa gudang yang berlokasi diwilayah Bregas, Semarang itu digunakan utuk bongkar muat BBM jenis solar yang salah satunya sudah berhasil kita amankan di Pelabuhan Jongor Tegal.

” Sedangkan gudang itu sendiri dioperasionalkan dan dikelola oleh Saudara AL selaku Kepala Cabang dan dibantu oleh Saudara HH selaku Staf PT. Sembilan Muara Abadi Petrolium Gas Cabang Semarang,” ujar Brigjend Pol. Mohammad Yassin.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 55 UU RI 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 55 KUHPdana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 60 miliar.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!