Bandel!!! Warung Bakso Dan PKL Langgar Aturan PPKM Darurat Di Kota Tegal

Vimanews-TEGAL-Kota Tegal menjadi salah satu daerah yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai 3-20 Juli 2021. Suasana Kota Tegal pada Sabtu (3/7/21) malam pun tak seramai akhir pekan biasanya.

Polisi terus melakukan operasi PPKM darurat di sejumlah kawasan baik di pusat Kota Tegal maupun di tempat tempat keramaian di lapangan Kecamatan Tegal Selatan.

Di kawasan Jalan Veteran, Jalan Pancasila, Jalan AR Hakim hingga Sultan Agung, masih banyak ditemukan pefagang kaki lima (PKL) bahkan warung Bakso yang belum tutup, meski waktu sudah lewat pukul 20.00 WIB.

Sementara untuk tempat-tempat hiburan seperti Kafe, tempat Karaoke, panti pijat tampak tidak ada aktivitas, mengikuti instruksi Wali Kota Tegal.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 yang juga Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo yang turun langsung memimpin anggotanya melakukan yustisi mengatakan, instruksi Wali Kota Tegal dalam penerapan PPKM darurat sudah sangat jelas.

“Kita terapkan aturan ini PPKM darurat, kami bersama TNI, Pemkot dalam hal ini Satpol PP, kami mohon maaf ke pedagang kaki lima, boleh berjualan, tapi gak boleh makan di tempat, dan pukul 8 malam harus sudah tutup,” terang Kapolres, Sabtu (3/7/21) Malam.

Menurut Kapolres dari Operasi PPKM darurat hari pertama ini, rata-rata para pedagang dan masyarakat sudah tau. Namun masih ada satu dua yang nekad.

“Saya lihat mereka rata rata sudah tau, karena saya dapat laporan juga bukti bukti bahwa mereka sudah diberikan informasi tentang pemberlakuan adanya PPKM darurat. Namun ternyata masih ada satu dua yang mencari lengahnya petugas sehingga perlu ada upaya petugas melakukan cek ricek,” kata AKBP Rita Wulandari Wibowo.

Oleh karena itu, sambung Rita, pengawasan harus terus jalan. Apalagi besok hari minggu biasanya ada pasar tiban yang datangnya hanya seminggu sekali.

“Kita akan lakukan pembatasan yang luar biasa karena ini biasanya adalah domain yang dikerjakan teman teman di satpol pp. Tapi kita bersinergi disini TNI Polri dan Pemkot yang tergabung dalam tiga pilar. Semuanya kita bekerja sama untuk bagaimana kita menekan kerumunan” tandasnya.

Sehingga, imbuhnya, dengan adanya instruksi Wali Kota, yang memperbolehkan pasar pasar tradisional dan juga pasar pasar yang lain dengan pembatasan, itupun kita lakukan di pasar tiban.

“Besok pagi, tim kami sudah mulai ada di pasar tiban dan malam ini kami mulai lakukan pembatasan-pembatasan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan paguyubannya untuk bisa tertib, jika tidak dikesempatan lain akan ada pemberian sangsi yang lebih tegas,” pungkas AKBP Rita Wulandari.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!