616 Personel Gabungan Diturunkan Amankan Operasi Ketupat Candi 2021

Vimanews-TEGAL-Kepolisian Resor Tegal Kota melaksanakan kegiatan apel gelar pasukan dalam rangka operasi Ketupat Candi 2021 bertempat di lapangan Apel Mapolres Tegal Kota, Rabu (5/5/2021). 

Bertindak sebagai pimpinan apel Ketua Pengadilan Negeri Kota Tegal Djoni Witanto, membacakan amanat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). 

Dalam amanat Kapolri, Djoni menyebutkan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir pelaksanaan operasi ketupat, dalam rangka pengamanan idul fitri.

“Baik kesiapan personil, sarana dan prasarana pendukung. Sebab, menjelang Idul Fitri ataupun setelahnya ada tren peningkatan kasus covid-19,” sebut Djoni.

Menurutnya, seperti tahun sebelumnya, setelah perayaan Idul Fitri terjadi peningkatan kasus hingga 93%.

“Hal ini yang harus kita waspadai, juga berkaca pada kasus di India yang saat ini terjadi mencapai 400 ribu kasus,” kata Joni membacakan amanat Kapolri.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjutnya, tahun ini pemerintah membuat kebijakan larangan mudik. Keputusan tersebut diambil dengan berbagai macam pertimbangan.

Sementara itu usai Apel Gelar Pasukan Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo menyampaikan pada operasi ketupat candi 2021 ini ada 616 personil yang akan dikerahkan di 9 Posko Pengamanan, 3 Posko Pelayanan dan 2 Pos Pengetatan.

“Kami juga menyiagakan 616 personel yang terdiri dari 357 personel Polres Tegal Kota dan 259 instansi terkait, seperti dari TNI, Dishub, Satpol PP, Jasa Raharja, Damkar, PMI, Pramuka, Dinkes, Rapi/Orari, BPBD dan Saka Bhayangkara,”jelas Kapolres.

Semuanya bersinergi melakukan pengetatan untuk saat sekarang, dan akan memberlakukan penyekatan mulai 6 sampai 17 Mei 2021 di empat lokasi di wilayah hukum Polres Tegal Kota dengan SOP yang tegas.

Menurut AKBP Rita, jika ditemui warga tanpa surat keterangan sehat atau semacamnya, termasuk ada tidaknya cap tanda tangan basah yang menyatakan bebas covid-19.

“Bagi mereka yang ketahuan mudik, sanksi yang diberlakukan yakni kembali ke tempat semula atau putar balik, tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan,” ujar AKBP Rita Wulandari.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!