UMK Kota Tegal Resmi Ditetapkan Gubernur Jawa Tengah Rp 1.925.000

Vimanews-TEGAL-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (20/11/19) sore, telah menetapkan upah minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2020 se Jawa Tengah.

Termasuk untuk UMK Kota Tegal, telah resmi ditetapkan sebesar Rp 1.925.000.

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyebutkan Kota Tegal mengalami kenaikan tertinggi sebanyak 9,25 persen.

Merespon halbtersebut, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menginginkan, para pengusaha dan buruh menerima keputusan tersebut.

Angka UMK Kota Tegal, kata Dedy, sudah dihitung sesuai kebutuhan buruh dan mempertimbangkan penghasilan pengusaha.

“Tentu itu komposisi yang seimbang. Tidak terlalu memberatkan pengusaha, tapi juga bisa memberikan kesejahteraan bagi para buruh,” kata Dedy Yon, Rabu (20/11/19) sore melalui sambungan telpon.

Kenaikan UMK Kota Tegal yang disebut Gubernur mengalami kenaikan tertinggi, menurut Dedy, itu sudah melalui rapat bersama Dewan Pengupahan Kota Tegal.

“Memang ada kenaikan besaran angka sekira Rp 163.000. Dari yang semula Rp 1.762.000 menjadi Rp 1.925.000,” ujarnya.

Meski demikian Dedy Yon menilai, idealnya UMK Kota Tegal itu di angka Rp 2 juta.

Lebih lanjut Dedy mengatakan bersyukur, UMK Kota Tegal masih di atas tiga daerah di sekitar, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.

Tahun depan harapannya sudah Rp 2 juta. Untuk tahun ini kita menyesuaikan tahapan yang sudah ada dulu,” ungkapnya.

Harapannya, antara pengusaha dan buruh dapat menerima putusan ini.

Dengan penghasilan yang meningkat, buruh semakin ditingkatkan kerjanya. Baik dari tanggung jawab maupun kejujurannya.

Dari pengusaha, bisa memahami kebutuhan para buruh. Kebutuhan untuk hidup, memenuhi sandang, pangan, dan papan.

“Kalau melihat angka Rp 1,9 juta, itu hanya cukup untuk makan satu orang dalam satu bulan. Tidak cukup untuk anak dan keluarganya juga. Tapi kita masih harus bersyukur atas kenaikan ini,” tutupnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply