Tolak Keberadaan Go-Jek Ratusan Pengemudi Datangi DPRD Kota Tegal

Vimanews-TEGAL-Ratusan pengemudi angkutan kota, taxi, elf dan pengemudi ojek konvensional serta pengemudi becak seKota Tegal mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Tegal, Kamis 27 juli 2017, untuk menyampaikan aspirasi menolak keberadaan gojek di Kota Tegal dengan melakukan audensi.

 

Ketua Organda kota Tegal Popo mengatakan Kedatangan para awak angkutan kota tersebut untuk menyampaikan aspirasi penolakan adanya Go-Jek (ojek dengan aplikasi online) yang sudah beroperasi di Kota Tegal, keberadaan go-jek ini dinilai sudah membuntukan pencaharian para pengemudi angkot kota, taxi, ojek konvensional juga becak.

 

“Gojek masuk ke semua pelosok wilayah, ini sudah jelas merugikan semua,” ungkapnya.

 

Harapannya pemerintah kota Tegal bisa jeli tentang permasalahan ini dan pemerintah juga bisa dengan tegas menolaknya.

 

Daryudi (48), salah seorang sopir elf, mengatakan keberadaan angkutan berbasis internet itu sedikit banyak mempengaruhi pendapatan sopir angkutan seperti dirinya. Pendapatan tiap hari yang diperoleh menjadi menurun sejak adanya moda angkutan itu.

 

“Karenanya, kami menolak keberadaan angkutan itu,”ujarnya.

 

Hal senada juga diungkapkan Rasmono salah satu tukang becak. Menurutnya, tarif yang dikenakan ojek online sangatlah murah sehingga banyak pelanggan yang beralih menggunakannya.

 

“Seharusnya sebelum menentukan tarif, alangkah baiknya dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan paguyuban-paguyuban supir dan tukang becak, sehingga menjadi satu kesepakatan harga,”ucapnya.

 

Dengan tarif yang lebih murah itu, angkutan konvensional dan becak tidak mendapatkan penumpang. Sehingga adanya gojek sangat meresahkan.

 

Sementara itu dari Komisi 3 DPRD Kota Tegal yang menerima Audensi para pengemudi dan Organda tersebut mengatakan akan terlebih dahulu melakukan pemanggilan kepada Dinas terkait dan juga dari pihak Gojek.

 

 

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply