Suara Musik Cegah Ayam Arab Stress

Vimanews-TEGAL-Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) melaksanakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dengan melakukan pelatihan pengembangan ternak ayam arab petelur.

“Kami bentuk sepuluh kelompok dengan anggota 10 orang. Masing-masing sudah kami beri pelatihan teori hingga praktek serta pembelajaran langsung di Tulungagung, Blitar dan Malang, Jawa Timur selama beberapa hari,” terang Kabid Peternakan Heru Prasetya, Jumat (17/1/2020) pagi.

Dalam pelatihan tersebut, menurut Heru, pihaknya sengaja menggandeng peternak dari Jawa Timur yang lebih dulu telah sukses menerapkan budidaya ayam arab petelur.

“Dimana dalam prosesnya, setiap kandang ayam wajib diberikan pengeras suara yang tersambung dengan pemutar musik,” jelas Heru.

Adapun berbagai jenis musik yang diputar, dilakukan pada saat peternak akan beraktivitas di dalam kandang.

Ini, lanjut Heru, dilakukan guna mengurangi gangguan pada ayam yang dapat stres sewaktu-waktu. Dengan demikian, tingkat ketenangan ayam dapat berdampak pada daya tahan tubuh, sehingga melancarkan proses bertelur.

“Ayam arab ini mudah stres. Jika sudah stres, maka proses bertelurnya akan terhambat. Dengan diputarkan musik, ternyata ayam-ayam bisa tenang dan tidak merasa terusik,” ungkapnya.

Selain memberikan bantuan kandang dengan isi 500 ekor ayam arab serta 60 kantong pakan,
DKPPP Kota Tegal juga membentuk tim medis dan tim pendampingan selama pelatihan.

“Dari segi medis, kami siapkan tim khusus yang siap melakukan tindakan bila diperlukan. Ada juga tim pendamping yang terus memantau perkembangan di lapangan. Sehingga dengan begitu pelatihan ini diharapkan benar-benar bisa mendongkrak ekonomi masyarakat kecil,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Pasir Agung Guyub Aminudin mengatakan, selain menyalakan musik saat beraktivitas di kandang, makan dan minum ayam juga harus dijaga, guna mencegah hewan ternak terjangkit penyakit serta virus.

Untuk minuman, warga Pasir Agung RT 13/ RW 10 ini mengaku, harus mengganti maksimal dua hari sekali. Sedangkan untuk pakan, setiap hari dikontrol agar ternak tidak kelaparan.

“Setiap hari makan dan minumnya dikontrol. Siapa tahu ada ayam yang sakit juga, nanti kita lapor ke tim medis DKPPP,” ungkapnya.

Harga telur ayam arab, kata Amin, lebih mahal dari ayam ras yakni kisaran Rp 1.600 hingga Rp 2.000 perbutir. Sementara telur ayam ras, dijual dengan sistem kiloan.

“Telur ini dijualnya per butir, bukan kiloan. Beda dengan telur ayam biasa. Makanya pola pemeliharaannya juga khusus, dari mulai pakan dan minum, sampai dengan diberikan musik,”pungkasnya

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!