Sesjen Wantanas Berikan Materi Bela Negara Dalam Dialog Interaktif Bhakti Sosial IKASMA

Vimanews-TEGAL-Dialog interaktif bela negara, kembali digelar Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Tegal bersama Dewan Ketahanan Nasional dalam rangkaian bhakti sosial, Kamis (19/11/2020) di Aula SMA Negeri 1 Tegal.

Mengangkat topik bela negara, kegiatan ini melibatkan berbagai profesi dan yang pertama dilakukan di Indonesia.

“Jadi kita melakukan kegiatan dialog interaktif bela negara yang pertama dilakukan di Indonesia dengan peserta dari berbagai profesi. Seperti, pengemudi gojek, nelayan, petani, pedagang, pelajar dan juga alumni,”Kata Ketua IKASMA Tafakurrozak.

Kenapa topik dialog interaktifnya bela negara? Karena bela negara tidak hanya dalam bidang Hankam saja tapi meliputi Ipoleksosbud (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya).

Sementara itu, Sekertaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Laksamana Madya TNI Laksdya TNI Harjo Susmoro, yang hadir langsung untuk mengisi materi dialog interaktif bela negara menjelaskan tugas Dewan Ketahanan Nasional.

Wantanas ini lembaga negara yang bertanggung jawab menyusun rancangan kebijakan nasional yang berkaitan dengan masalah kedaruratan yang berkaitan dengan resiko dari pembangunan.

“Kita menyusun semua kejadian kejadian di daerah. kita amati, kita identifikasi lalu kita analisa dan kita evaluasi,”jelas pria berpangkat bintang tiga yang merupakan salah satu alumni SMA Negeri 1 Tegal tersebut.

Setelah itu, sambungnya, kita datang ke daerah untuk mengecek apakah data yang kita dapatkan ini, falid atau tidak.

Kemudian setelah falid, maka data akan diolah, menjadi rancangan suatu kebijakan persoalan persoalan yang akan berdampak nasional.

“Karena kebetulan agenda kunjungannya ke Tegal, jadi saya sekaligus memberikan motivasi berkaitan dengan bela negara, kepada warga masyarakat Kota Tegal,” ujarnya.

Lebih lanjut Harjo menjelaskan, terkait masalah disintegrasi bangsa. Pihaknya, memberikan masukan kepada pemerintah bagaimana menghadapi hal hal seperti itu.

Salah satunya, dengan bela negara ini, dalam rangka untuk menghindari terjadinya disintegrasi bangsa.

“Bela negara itu, tidak hanya berkaitan dengan masalah pertahanan dan keamanan, Namun bela negara itu dari aspek kehidupan bangsa,” jelasnya.

Termasuk wartawan dalam menjalani bela negara, kata Harjo jangan mudah membuat berita berita hoax.

“Mungkin jujur, tetapi kira kira akan berdampak tidak pada masyarakat.
Kalau ini berdampak pada hancurnya negara ya harus ditahan,” tuturnya.

Selain itu, bagaimana seorang siswa menjalankan bela negara, yakni dengan belajar dengan serius jangan ikut ikutan unjuk rasa misalkan.

“Jadi bela negara tersebut di jaman modern ini sifatnya hiterogen, meliputi berbagai aspek kehidupan,” pungkasnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!