Polisi Berhasil Ungkap Empat Kasus Kejahatan Di Kota Tegal

Vimanews-TEGAL-Empat kasus kriminal yang terjadi selama dua pekan di wilayah hukum Polres Tegal Kota berhasil diungkap anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim).

Hal tersebut terungkap saat konferensi Pers ungkap kasus yang disampaikan langsung Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo didampingi Kasat Reskrim AKP Syuaib Abdulah dan KBO Reskrim Iptu Bambang SD, Jumat (13/11/2020) Sore, di Mapolres Tegal Kota.

“Dua pekan pada November ini, tim satreskrim berhasil mengungkap empat kasus yakni kasus pencurian, kekerasan dan pengeroyokan serta kasus penipuan dan penggelapan dengan mengamankan total tujuh orang tersangka,” ungkap AKBP Rita Wulandari Wibowo.

Kasus yang pertama kata Rita, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan dua tersangka yakni Saali dan Rini.

Mereka merupakan pasangan teman tapi mesra (TTM) yang berpartner dalam melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor.

Keduanya, ditangkap beserta barang bukti dua sepeda motor, pada 9 November 2020 di Bekasi, Jawa Barat.

“Pelaku yang laki laki pada saat ditangkap melawan petugas hingga harus dihadiahi timah panas,” jelas AKBP Rita Wulandari.

Untuk kasus kedua, lanjut Rita, tim Satreskrim pada 9 November 2020 berhasil menangkap dua pelaku pencurian dengan kekerasan dan pengeroyokan.

“Keduanya masih di bawah umur, jadi tidak kita hadirkan dalam ekspose. Sesuai Pasal 97 UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, maka kita dilarang untuk memperlihatkan identitas anak,”terangnya.

Tak hanya melakukan pengeroyokan, keduanya juga mengambil handphone korbannya.

“Telah dilakukan upaya diversi, namun ditolak korban. Poses hukum tetap berjalan, kita jerat dengan Pasal 365 KUHP dan 170 Ayat 2 Junto 1 KUHP,” imbuhnya.

Lanjut, kata Rita, kasus ketiga, pencurian baliho milik Pemerintah Kota Tegal.

Kejadian berawal dari kecurigaan anggota sabhara yang tengah patroli. Ia melihat ada empat orang, bertingkah mencurigakan di Jembatan Pasific Mall pada 7 November 2020, sekira pukul 02.30 WIB.

“Kemudian anggota bersama Satpol PP mengamankan empat orang pelaku. Namun dari hasil penyidikan hanya dua orang diantaranya yakni Ulul Azmi dan Abdul Latif yang bisa ditetapkan sebagai tersangka,”ujar Rita Wulandari.

Barang bukti yang diamankan, yaitu lima lembar baliho milik pemkot, dan satu unit mobil pick up yang digunakan oleh pelaku sebagai sarana.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 362 KUHP ancaman hukumannya 5 tahun penjara,”tandas Rita.

Terakhir, lanjut Rita, kasus penipuan dan penggelapan. Pelaku yang diamankan pada 8 November 2020 yakni Ari Agustian asal Wonosobo, ditangkap saat berada di kostnya di Jakarta.

“Modusnya, Pelaku menawarkan rumah pada korban dan pelaku mengaku sudah mempunyai tanah kavlingnya. Kesepakatan pembayaran secara tempo dan rumah akan dibangun,” ungkap Rita

Ternyata, sambungnya, pelaku tidak memiliki tanah dikavling tersebut dan korban minta agar uang yang sudah dibayarkan sebesar Rp. 150 juta dikembalikan.

Ia memberikan cek pada korban namun cek tersebut kosong. “Oleh karenanya, pelaku kita jerat dengan Pasal 378 atau 372 KUHP,” pungkas Kapolres Tegal Kota.


You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!