Pertamina Pastikan Stok LPG 3 KG Aman, Meski Terjadi Peningkatan Permintaan

Vimanews-TEGAL-Pertamina (Persero) di wilayah Marketing Operation Region IV Jawa Tengah, Wilayah 1 Pertamina Tegal, selama masa pandemi Covid-19, terutama pasca libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, mencatat kenaikan permintaan 10% yaitu sebesar 20 metric ton (MT) dari rata-rata harian 180 MT di bulan juli 2020 menjadi 190 MT.

Hal tersebut disampaikan Sales Branch Manager LPG Wilayah 1 Pertamina Tegal, Vano Daniel Wibawanto, Rabu (26/8/2020) saat melakukan pantauan ke Pangkalan LPG SPBU Muri Dampyak dan Pangkalan LPG Semanggi Mejasem Barat Kabupaten Tegal.

Vano menjelaskan Khusus di Kabupaten Tegal ada peningkatan konsumen 3 kg dari rata rata normal swbelum ada Covid-19 ( Januari-Februari) sekitar 152 MT itu naik menjadu 174 MT.

Menyikapi kondisi yang ada kenaikan ini, sebenarnya diakhir Juli dan awal Agustus yakni saat Idul Adha, kata Vano, Pertamina sudah melakukan penambahan fakultatif sebanyak 115.321 tabung.

“Itu untuk Tegal Raya, sedangkan untuk Kabupaten Tegal sendiri sudah ada penambahan tabung sekitar 51.120 tabung,” terang Vano.

Lebih lanjut Vano mengatakan pihaknya juga telah melakukan metigasi lapangan, pengecekan langsung ke beberapa pangkalan pangkalan di wilayah Kota Tegal dan Kabupaten Tegal.

“Supply atau stok aman di tingkat Pangkalan resmi namun ada peningkatan komsumsi. Kalau untuk pengecer kami.tidak tau, karena diluar kendali Pertamina termasuk masalah harga,” ujarnya.

Kepada konsumen, Vano, mengimbau.supaya membeli gas elpiji di Pangkalan resmi Pertamina. Karena kalau sudah dipengecer itu, harganya kami sudah tidak bisa kontrol, ranahnya sudah bukan di Pertamina.

“Kalau beli di pengecer, harganya pasti tidak sesuai dengan Het yang sudah ditentukan yaitu Rp 15.500 per tabung gas 3 Kg,” ujarnya.

Menurut Vano, untuk mengatasi atau mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemda untuk penambahan stok.

Termasuk memantau secara rutin supaya konsumsi gas elpiji 3 Kg ini tepat sasaran.

“Sesuai aturan pemerintah, gas elpiji bersubsidi 3 kg ini, dikhususkan bagi warga tidak mampu. Kami mengimbau kepada masyarakat yang sekiranya sudah mampu atau yang memiliki bisnis menengah atas, untuk tidak menggunakan elpiji bersubsidi,” tandasnya.

Supaya, imbuhnya, penggunaannya tepat sasaran. Dan masyarakat diminta untuk juga pro aktif, apabila ada penyaluran yang tidak sesuai bisa langsung menghubungi Pertamina Call Centre 135 atau melalui website www.pertamina.com.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Hiswana Migas DPC Pekalongan Fajar Mahardika mengatakan belum ada keluhan dari masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji.

“Kalaupun ada keterlambatan pengiriman, hanya dari SPBE ke agen dan agen ke pangkalan yang terlambat,” kata Fajar.

Namun untuk pangkalan setiap harinya mendapatkan alokasi yang pasti seperti di Pangkalan Elang Suhana ini, 100 tabungbsetiap hari kerjanya atau selama 26 hari.

“Setiap Pangkalan alokasinya berbeda beda. Tidak ada pengurangan, yang ada malah penambahan ketika ada event khusus,”pungkasnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!