Pelajar SMAN 2 Kota Tegal Terbiasa Belajar Dengan Sistem Online

Vimanews-TEGAL-Kegiatan belajar mengajar secara daring atau online dilakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kota Tegal, menyusul adanya kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang meliburkan siswa selama 14 hari untuk belajar di rumah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Cahyono menjelaskan kegiatan belajar dan ujian terkonsep dalam sebuah aplikasi yang telah dimiliki para siswa di setiap telepon pintarnya.

“Dalam suatu kelas maya yang menggunakan google classroom, terdapat seorang wali kelas dan siswa yang tediri dari satu kelas, “terangnya.

Praktiknya, setiap pembelajaran masing-masing guru yang telah dibekali user serta password akan mengirimkan materi kepada para siswa.

Sementara untuk pelaksanaan ujian, terbagi atas beberapa tahapan yang meliputi persetujuan soal dari wali kelas yang kemudian soal tersebut dibagikan ke grup sekolah dan diberikan kepada grup siswa.

“Masing-masing punya akun, baik wali kelas, guru maupun siswa. Untuk libur 14 hari ini, kita tetap melangsungkan ujian tengah semester untuk kelas X dan XI dan latihan Ujian Nasional (UN) untuk kelas XII,” jelas Cahyono.

Pada saat ujian online, Cahyono, tahapan pertama yang dilakuan yakni memastikan seluruh siswa telah hadir dalam kelas maya. Setelah dipastikan lengkap, maka pengawas melaporkan kepada kurikulum untuk kemudian mendapatkan salinan alamat sumber URL. Kemudian, URL yang berisi soal tersebut akan dibagikan kepada para peserta ujian.

Adapun untuk pelaksanaan ujian tengah semester, waktu yang ditempuh yakni 60 menit. Dimana setiap peserta yang terlambat mengirimkan hasil ujian, maka akan dinyatakan gugur dan dianggap tidak mengikuti ujian.

“Siswa yang bersangkutan nanti bisa melakukan ujian susulan. Waktu satu jam itu untuk mengefektifkan, agar siswa tidak mencontek. Soal yang diberikan juga tidak sama alias mengacak,” pungkasnya.

Hal yang sama juga berlaku pada pelaksanaan latihan UN untuk kelas XII. Hanya saja, yang membedakan adalah waktu ujian yang ditempuh, yakni 120 menit. Termasuk pula mata pelajaran yang diberikan juga berbeda. Dimana untuk kelas X dan XI terdapat dua sesi ujian, sementara kelas XII hanya satu sesi saja.

“Setelah dikumpulkan, maka guru akan mengoreksi dan memberikan nilai. Kesemuanya itu, dilakukan dalam satu aplikasi,” imbuhnya.

Berbeda dengan ujian, berbeda pula untuk kegiatan belajar mengajar. Kelas maya dibuat berdasarkan jumlah kelas yang dilakukan guru mata pelajaran. Apabila guru mengajar sembilan kelas, maka dalam satu hari terdapat sembilan kelas maya.

Sementara, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tegal, Sri Ningsih mengatakan, kelas belajar maya dan ujian online tersebut telah disiapkan sejak sebelum Pemprov Jateng meliburkan para siswa. Bahkan, dengan berbagai penyempurnaan, program tersebut tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

Dengan adanya pembelajaran di rumah, pihaknya menyatakan telah siap. Bahkan, saat di sekolah pun program tersebut didukung dengan kode QR yang terpasang di setiap kelas dalam sebuah pelajaran.

“Sejak akan diliburkan, kami sudah mempersiapkan teknisnya. Alhamdulillah, pelaksanaan KBM dan ujian, baik itu ujian semester dan latihan UN dapat berjalan dengan lancar,” tutupnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply