Operasi Patuh Candi 2020 Di Kota Tegal Berakhir, Jaring 2056 Pelanggaran

Vimanews-TEGAL-Operasi Patuh Candi 2020 secara resmi ditutup, Rabu (5/8/2020). Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tegal Kota berhasil menjaring 2056 pelanggaran lalu lintas dalam operasi yang digelar selama 14 hari tersebut.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo melalui Kasat Lantas AKP Irianto Budi Tjahjono mengatakan dari 2056 pelanggaran, 2312 diberikan teguran, sementara 287 lainnya ditindak dengan Bukti Pelanggaran (Tilang).

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka pelanggaran lalu lintas cenderung menurun. Pada Operasi Patuh Candi tahun 2019 lalu tercatat sebanyak 2145 pelanggaran.

“Karena kita dalam adaptasi kehidupan baru, lebih cenderung melakukan teguran terutama kepada pengendara yang tidak pakai masker,” kata AKP Irianto BT, di ruang kerjanya Rabu (5/8/2020).

Namun, sambungnya, ada beberapa pelanggaran yang harus ditilang karena berpotensi mengakibatkan laka lantas.

Menurut Irianto, selama gelar Operasi Patuh Candi 2020, pelanggaran masih di dominasi R2 dengan jenis pelanggaran tidak menggunakan helm sebanyak 168 pelanggar disusul melawan arus sebanyak 76 pelanggar.

“Untuk kendaraan R4, pelanggar lebih banyak melawan arus. Namun trennya turun dibanding tahun 2019 yang mencapai 125 pelanggar, untuk tahun 2020 hanya 43 pelanggar,” terang Irianto.

Selain pelanggaran, lanjut Irianto, petugas juga mencatat ada 13 peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2020, melibatkan 16 unit sepeda motor dan 3 unit mobil penumpang, 2 unit mobil barang dan 3 kendaraan tidak bermotor.

“Angka kecelakaan pada Operasi Patuh Candi 2020 mengalami kenaikan. Karena di Operasi Patuh Candi tahun 2019 hanya terjadi 4 peristiwa kecelakaan lalu lintas,” tandas AKP Irianto Budi Tjahyono.



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!