OJK Tegal Gelar Workshop “Perencanaan Keuangan: Bijak Dan Cerdas Mengelola Uang”

Vimanews-TEGAL-Kantor Otoritas Jasa Keuangan Tegal, Kamis (22/11/18) menggelar Workshop “Perencanaan Keuangan: Bijak dan Cerdas Mengelola Uang” di Hotel Riez Palace Tegal.

OJK Tegal dengan mengandeng perencana keuangan, Reni K Ashuri membahas literasi keuangan agar dapat mengelola keuangan dengan lebih baik serta dapat mencapai tujuan keuangan yang lebih maksimal.

Literasi keuangan yakni tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai lembaga keuangan formal, produk, dan jasa keuangan.

Pada Oktober 2018 kemarin, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal telah memperingati Bulan Inklusi Keuangan. Bulan dimana OJK dan seluruh industri jasa keuangan berkomitmen meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Mereka berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman serta penggunaan produk keuangan kepada masyarakat.

Kepala OJK Tegal, Ludy Arlianto, mengatakan berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan OJK pada 2016, baru sekitar 67,8 persen masyarakat Indonesia menggunakan produk keuangan.

“Dari persentase itu, hanya 29,7 persen masyarakat Indonesia memahami akan produk keuangan tersebut,” kata Ludy saat membuka workshop.

Angka itu terbilang kecil, maka tak heran masih banyak masyarakat yang belum melek produk keuangan termasuk warga di kota.

Hadir mengikuti Workshop tersebut, anggota Satgas Waspada Investasi Daerah di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan (Brebes,Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal).

Selain itu, OJK juga mengundang anggota Bhayangkari Tegal Kota, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), dan Ikatan Istri Pegawai (IIP) OJK Tegal.

“Perencanaan keuangan merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan keuangan seseorang melalui manajemen keuangan secara terintegrasi dan terencana,” jelas Ludy.

Sementara itu, perencana keuangan, Reni K Ashuri, membahas Mulai dari cashflow, utang, hingga produk keuangan serta persiapan pensiun dan masih banyak lagi.

Hal sederhana yakni cashflow yang membicarakan uang masuk dan uang keluar. Di sinilah jantung keuangan berada.

“Setiap orang pasti mengelola cashflow-nya setiap bulan. Tetapi pada kenyataannya tidak semua orang mengetahui cara mengelola cashflow yang benar, terutama yang menerima gaji bulanan,”terangnya.

Reni memberikan cara untuk mengatur cashflow yakni dengan rumus 10,20,30,dan 40.

Maksudnya yakni 10 persen pendapatan perbulan diplot untuk keperluan zakat, infaq, sodakoh, kondangan dan lain-lain. Sedangkan 20 persen untuk tabungan, investasi, dan proteksi serta asuransi.

“Kemudian, 30 persen pendapatan untuk cicilan utang, bayar angsuran kendaraan, rumah, dan lain-lain,” jelasnya.

Terakhir, lanjut Reni, 40 persen untuk biaya rumah tangga atau keperluan sehari-hari.

Reni pun membagikan tips menguatkan saldo positif pada cashflow. Pertama menurunkan frekuensi belanja. Kedua, menurunkan kualitas barang belanjaan. Dan tips terakhir yakni turunkan cicilan utang.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply