Mulai 23 Maret – 6 April 2020, ASN Pemkot Tegal Bekerja Dari Rumah

Vimanews-TEGAL-Pemerintah Kota Tegal memutuskan sebagian besar aparatur sipil negara (ASN) pada 23 hingga 6 April 2020 bekerja dari rumah sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19.

Sementara sekitar 30 persen lainnya dari setiap pegawai dari satuan kerja atau organisasi perangkat daerah (OPD) tetap bekerja di kantor seperti biasanya.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 850/001 tentang Pelaksanaan Sistem Kerja ASN dalam Upaya Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) d lingkungan Pemkot Tegal.

“Berlaku mulai Senin 23 maret, hanya 30 persen yang berangkat. Pembagian diserahkan ke masing-masing OPD sesuai dengan urgensinya yang penting pelayanan masyarakat jangan sampai tertunda,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Tegal Irkar Yuswan Apendi

Meskipun ASN bekerja dari rumah, kata Irkar, namun saat OPD membutuhkan harus siap. Selain itu, setiap pekerjaan yang dikerjakan di rumah juga harus dilaporkan ke masing-masing atasan.

“Jadi apabila satu OPD ada 30 orang, berarti 9 orang standby di kantor, lainnya bekerja di rumah. Dan 70 persen pegawai itu ketika dipanggil ke kantor harus siap. Namun prinsipnya mereka kerja di rumah,” terang Irkar.

Keputusan tersebut diambil mempertimbangkan penyebaran corona yang cenderung semakin meluas, serta ditetapkannya corona sebagai pendemi global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Saat inim, sambungnya, ASN Pemkot ada sekitar 3.656. Sementara kewajiban bekerja seperti biasa ada pada bidang kesehatan seperti Dinas Kesehatan dan RSUD Kardinah, dan instansi lainnya yang berkaitan dengan penanganan corona dan pelayanan publik.

“Mereka yang tugasnya berkaitan dengan penanganan corona tetap berangkat,” ujar Irkar.

Aturan tersebut, nanti akan dievaluasi. Bisa kemudian setelah 6 April kembali berangkat ataupun di perpanjang melihat situasi terkini.

“Instruksi lebih lanjut tergantung situasi. Bisa diperpanjang bisa dipersingkat melihat hasil evaluasi,” terangnya.

Menurutnya, pada prinsipnya meski sebagian besar bekerja dari rumah, pelayanan masyarakat jangan sampai tertunda harus tetap dilayani.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply