MES Tegal Gelar Road Show Multi Finance Syariah

Vimanews-TEGAL-Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pengurus Daerah Tegal bekerjasama dengan Kantor Otoritas Jasa Keuangan,Kamis (10/10/19) mengadakan seminar Multi Finance Syariah 2019, di Politeknik Harapan Bersama Tegal.

Kepala Kantor OJK Tegal yang juga Ketua MES Pengurus Daerah Tegal Ludy Arlianto berharap melalui acara Seminar Multi Finance Syariah ini, pihaknya mendapat masukan dari para narasumber dan peserta.

Mengenai pola pengembangan industri keuangan non bank syariah terutama bagi industri pembiayaan syariah dalam mendukung pengembangan industri keuangan syariah secara umum,” kata Ludy.

Sebagaimana industri keuangan, kata Ludy secara umum di Indonesia, industri keuangan syariah terdiri dari industri perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keuangan non bank syariah (IKNB Syariah).

Yang di antaranya meliputi asuransi syariah, pembiayaan syariah, dana pensiun syariah, pegadaian syariah, modal ventura syariah, penjaminan syariah, dan lembaga keuangan syariah khusus.

“Dari waktu ke waktu industri keuangan syariah semakin dapat kita rasakan peranannya dalam memajukan perekonomian nasional,” ujarnya.

Dari beberapa yang disebutkannya, menurutnya, memiliki peranan dalam proses penyaluran dana kepada kegiatan ekonomi yang produktif. Yaitu melalui penyediaan dana untuk pembiayaan modal kerja.

Sementara yang lainya, misal lembaga penjaminan syariah, asuransi syariah, dan dana pensiun syariah berperan sebagai lembaga yang membantu di dalam perencanaan keuangan melalui penyediaan perlindungan atas kemungkinan terjadinya risiko keuangan dan penyediaan dana pada masa yang akan datang.

“Dengan memperhatikan kondisi demografi Indonesia saat ini, yang jumlah penduduk muslimnya sangat besar, maka potensi perkembangan industri keuangan syariah ke depannya sangat besar pula,” jelas Ludy.

Menurutnya, saat ini, industri jasa keuangan syariah di Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat. Pada akhir 2018, perbankan syariah membukukan total aset sebesar Rp. 489,69 Triliun, atau tumbuh 12,57 persen dibandingkan dengan akhir 2017.

Di sektor pasar modal syariah, kinerja sukuk korporasi dan reksa dana syariah juga tercatat tumbuh dengan baik. Nilai outstanding sukuk korporasi pada akhir 2018 tercatat sebesar Rp. 22,02 Triliun atau naik 39,91 persen jika dibandingkan periode akhir 2017.

Adapun nilai aktiva bersih reksa dana syariah tercatat sebesar Rp. 34,49 Triliun atau naik 21,83 persen dibanding periode akhir 2017. Sedangkan, pada periode yang sama sektor IKNB syariah membukukan total aset sebesar Rp. 97,021 Triliun.

Meskipun industri keuangan non bank syariah menunjukkan perkembangan yang baik, namun demikian apabila dibandingkan dengan total industri keuangan non bank, industri keuangan non bank syariah masih tertinggal cukup jauh dengan total aset hanya sekitar 4,12 persen dari total aset industri keuangan non bank.

Pertumbuhan yang berhasil dicapai oleh industri keuangan syariah tersebut merupakan prestasi yang sangat baik. Terlebih, pertumbuhan tersebut dicapai dengan kondisi tingkat literasi keuangan syariah yang masih relatif masih rendah.

Berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2016, indeks literasi keuangan syariah adalah sebesar 8,11 persen, jauh lebih kecil dibandingkan indeks literasi keuangan, yaitu 29,66 persen.

“Tentunya, kita berharap dengan meningkatnya literasi masyarakat mengenai keuangan syariah maka akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan produk dan layanan keuangan syariah,” harap Ludy.

Sementara itu, Wakil Walikota Mohamad Jumadi, meminta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)  berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bangkitkan ekonomi syariah di Kota Tegal.

Kebangkitan Umat Islam diawali dari bangkitnya ekonomi syariah.

Tanpa ditopang ekonomi yang kuat, kata Jumadi segalanya tidak berarti. Ia berharap kegiatan Road Show Multi Finance yang diselenggrakan MES bersama Otoritas Jasa Keungan (OJK) Tegal dapat menjadi momentum bangkitnya ekonomi syariah di Kota Tegal.

“Sinergitas/Kolaborasi antar intansi menjadi kunci untuk bangkitkan ekonomi syariah di Kota Tegal, terlebih di era 4.0 pesaing kita bukan dengan tetangga sebelah namun secara global,”ujarnya.

Karena itu, Jumadi menegaskan kepada seluruh pengurus MES termasuk para mahasiswa yang menghadiri pertemuan tersebut agar merubah pola pikir jangan hanya melalui program namun harus  terjun langsung kemasyarakat gelorakan ekonomi syariah.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply