Lusi Akhirnya Bisa Melanjutkan Sekolah

Vimanews-TEGAL-Ananda Lusiana (16) yang nyaris tidak bisa sekolah karena ketiadaan biaya akhirnya pagi ini, Rabu (17/7/19) bisa mulai mengenyam pendidikan di SMA Muhammadiyah.

Wakil walikota Tegal Muhammad Jumadi beserta camat Tegal Timur dan Lurah Kejambon menyempatkan diri mengantar langsung Ananda Lusiana bertemu dengan Kepala Sekolah.

Jumadi dalam kesempatan tersebut sempat berpesan pada Lusi untuk jangan lupa menjalankan ibadah sholat 5 waktu, sholat tahajjud dan puasa senin kamis.

“Sekarang lusikan sudah tidak ada beban, sudah bisa sekolah. Jangan lupa sholat wajib, sholat tahajjud dan puasa senin kamis. Karena itu modal kamu untuk mencapai kesuksesan,”pesan Jumadi.

Kepada sejumlah wartawan, Jumadi menjelaskan setelah memerintahkan pada camat dan lurah untuk mengurus sekolah Lusi, Selasa(16/7/19) kemarin, pak camat langsung datang k MTs Asalafiyah untuk mengambil ijasah Lusi.

“Pihak MTs sebenarnya tidak menahan ijasah jika Lusi menceritakan keadaan sebenarnya.Terima kasih kepada MTs Asalafiyah yang akhirnya mengratiskan segala tunggakan Lusi terhadap sekolah,”ujar Jumadi.

Untuk mendaftar ke SMA, menurut Jumadi, ternyata tidak harus menggunakan ijasah asli. Cukup dengan keterangan lulus dari sekolah.

Jumadi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak SMA Muhammadiyah yang sudah menerima Lusi, membebaskan Lusi dari segala bentuk pembayaran.

“Terima kasih juga kepada panti asuhan Santo Aji yang sudah menerima Lusi, menjadi anak asuh tanpa harus tinggal di Panti Asuhan,”ucapnya.

Lebih lanjut Jumadi juga menyampaikan ia dan Walikota Dedy Yon meyakinkan anak di Kota Tegal semua harus sekolah.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Saripin mengatakan jadi pada dasarnya sekolah membantu siapapun anak yang akan sekolah apalagi ini siswa yang kurang mampu,anak yatim.

“Kami sudah terbiasa melakukan layanan yang seperti itu. Siapa pun kami upayakan agar tidak sampai putus sekolah,”jelasnya.

Dari sisi pendanaan, kalau kita melihat dana dari pemerintah yang berupa Bos itu sangat jauh dari kebutuhan untuk kegiatan anak SMA Muhammadiyah.

“Oleh karena itu bagi anak-anak yang memang kondisi seperti itu, kami mencoba untuk melibatkan orang lain para Dermawan untuk menjadi orang tua asuh,”tutupnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!