Kedapatan Tak Pakai Masker, Dokter Internship Terkena Sanksi Denda Rp 100.000

Vimanews-TEGAL-Pemerintah Kota Tegal bersama TNI dan Polri menggelar operasi yustisi penegakan hukuman bagi pelanggar masker di Kota Tegal, Senin (14/9/2020) di simpang empat Jalan Sultan Agung, Kejambon, Kota Tegal.

Dalam penegakan hukuman tersebut Pemerintah Kota Tegal mulai mengenakan sanksi denda Rp 100 ribu sesuai Peraturan Wali Kota no 29 tahun 2020 penganti Peraturan Wali Kota no 13 tahun 2020.

Abdul Somad (55) warga Jatibarang Brebes yang kebetulan akan belanja ke Kota Tegal mengaku tidak tau kalau ada aturan harus menggunakan masker di Kota Tegal. Ia mengaku pasrah ketika mendapat sanksi denda Rp 100 ribu karena tidak memakai masker.

“Ya gimana lagi, pasrah bayar Rp 100 ribu karena memang ga pakai masker. Saya kapok kalau ke Kota Tegal lagi akan pakai masker,”kata Somad.

Tak hanya somad yang sehari hari bekerja sebagai pedagang. Seorang wanita yang mengaku sebagai dokter internship di RSUD Kardinah pun tak lupat terjaring operasi karena tidak makai masker saat mengendarai mobil.

Ia pun diminta keluar dari mobilnya oleh Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo yang turun langsung bersama Wali Kota Tegal dan Forkopimda dalam operasi Yustisi tersebut.

Sambil mengerutu wanita yang diketahui bernama Ikrama warga jalan Diponegoro Brebes tersebut ikut dalam antrian warga yang terkena sanksi denda.

“Saya ini dokter internship di RSUD Kardinah. Masa naik mobil sendiri harus pakai masker,” gerutunya.

Namun, meski mengaku seorang dokter petugas dari Satpol PP tetap mencatatkan KTPnya dan memberi sanksi denda Rp 100.000.

Disela sela kegiatan operasi Yustisi tersebut, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan, penerapan sanksi denda tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota Tegal Nomor 29 Tahun 2020 pengganti Peraturan Wali Kota Tegal Nomor 13 Tahun 2020.

Tujuannya untuk mencegah penularan virus Covid-19 dan memberikan efek jera bagi masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan.

“Ini sudah pakai ketentuan Pemerintah Kota, agar semua warga Kota Tegal dan warga luar harus menaati aturan yang sudah diatur,” ungkap Dedy Yon.

Wali Kota Tegal mengatakan pihaknya akan melakukan operasi penegakan hukuman bagi pelanggar protokol kesehatan secara rutin.

Bagi warga masyarakat yang melanggar tapi tidak memliliki uang, imbuh Dedy, pihaknya memberikan toleransi untuk membersihkan tempat umum disekitar tempat operasi.

“Yang tidak memiliki uang, kita ada toleransi untuk membersihkan tempat umum, menyapu dengan menggunakan rompi,” pungkas Dedy Yon.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!