Kapolda Jateng Cek Pos Pantau Perbatasan Pejagan

Vimanews-BREBES-Brigjen Pol Ahmad Luthfi, Rabu (13/5/2020) Pagi, melakukan kunjungan kerja pertamanya setelah dilantik menjadi Kapolda Jawa Tengah pada Jumat 8- Mei -2020 lalu.

Di Pos Pantau Pejagan Kabupaten Brebes, Kapolda Jateng yang didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Jateng, melakukan pengecekan penyekatan pemudik dari barat dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2020.

Ahmad Luthfi dalam kesempatan tersebut meminta para personel yang bertugas di perbatasan Brebes harus lebih ekstra bekerja menghadapi lonjakan arus mudik.

Pasalnya, kata Kapolda, arus kendaraan dari barat biasanya akan meningkat saat menjelang H-7 Hari Raya Idul Fitri Lebaran.

“Jelang H-7 ini, tolong personel di perbatasan sering lakukan evaluasi karena arus mudik akan meningkat,” ujar Ahmad Luthfi dalam pemaparannya di Pos Pantau Pejagan.

Kapolda mengarahkan, supaya sejumlah pos pantau di perbatasan Brebes kian dijaga ketat. Sebab, lanjutnya, wilayah Brebes kini menjadi zona merah penyebaran virus corona Covid-19 di Jateng.

“Brebes pun kini menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) seperti di Kota Semarang. Maka dari itu, penjagaan di perbatasan masuk Brebes, terutama dari luar Jateng harus dijaga ketat,” terangnya.

Sementara, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Subandrya yang ikut mendampingi Kapolda mengaku, telah menyiapkan skenario untuk penyekatan, baik di jalur arteri maupun tol.

Untuk Jalur dari Jakarta menuju Tol pejagan, pihaknya akan langsung memutarbalikkan semua kendaraan.

Sedangkan untuk angkutan truck besar, petugas akan mengarahkan ke lajur kanan tol sehingga langsung melaju ke Gerbang Tol Kalikangkung Semarang.

Kemudian, lanjut Subandrya, untuk mengantisipasi pemudik lewat jalur arteri, pihaknya telah menyiapkan Pos Pantau di Kecipir, Losari, Brebes.

Di pos ini, petugas menyiapkan lajur kiri untuk menyekat pemudik.

“Jika terindikasi hendak mudik, kita suruh putar balik. Kendaraan yang sudah diputar balikkan di Pos Pantau Kecipir sampai saat ini sudah mencapai 1834 unit,” pungkas Dirlantas.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!