Jumadi: Rencana Pembubaran Gugus Tugas Covid-19 Kota Tegal Masih Akan Dikaji

Vimanews-TEGAL-Pembubaran Gugus Tugas Covid-19 yang sebelumnya direncanakan akan dilakukan 30 Juni 2020., masih akan dikaji ulang karena belum matang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, Senin (29/6/2020) Siang usai mengikuti rapat paripurna pertanggungjawaban APBD 2019 di Gedung DPRD Kota Tegal.

Mohamad Jumadi menjepaskan,‎ rencana pembubaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 masih akan dirapatkan

‎”‎Ada kemungkinan kita undur sebentar untuk mempersiapkan dengan matang. Besok baru mau dirapatkan. Masih akan dibahas lebih lanjut,” kata Jumadi.

Dalam rapat tersebut, sambung Jumadi, akan dibahas mekanisme yang tepat terkait pembubaran Gugus Tugas.

Menurutnya, rencana pembubaran itu masih belum matang sehingga masih mungkin untuk dibatalkan.

‎”Jadi mungkin besok, paling lambat besok pagi, saya akan rapat dengan semuanya, kira-kira langkah yang pas seperti apa. Jangan sampai ada langkah yang kurang pas. Kayaknya masih bisa dibatalkan juga. Belum tahu, nanti dibahas lebih lanjut,”terangnya.

‎Lebih lanjut Jumadi menjelaskan, rencana pembubaran Gugus Tugas Covid-19 muncul dari Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono didasari perkembangan kasus Covid-19 di Kota Tegal yang sudah menurun.

Dengan kondisi itu, diperlukan langkah agar pemkot bisa fokus menggerakkan kembali roda perekonomian.

‎”Sekarang di Kota Tegal pasien positif tinggal satu orang, itu pun juga imported case. Kemudian PDP (pasien dalam pengawasan) sudah tidak ada, ODP juga jumlahnya sudah menurun. Nah dengan pertimbangan-pertimbangan itu, pak wali berdiskusi dengan kita, apakah perlu kita selesaikan atau kita bubarkan atau gimana,” ungkap Jumadi.

Dengan dibubarkannya Gugus Tugas, diharapkan organisasi perangkat daerah (OPD) bisa kembali fokus dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sehingga pembangunan dan perekonomian kembali berjalan.

“Kalau mereka (OPD) fokus pada Covid saja, pembangunan tidak bergerak, ekonomi tidak bergerak, itu lebih berbahaya lagi,” tandasnya.

Jika nantinya Gugus Tugas dibubarkan, Jumadi melanjutkan, ‎akan dibentuk relawan yang melibatkan organisasi kemasyarakatan dan LSM untuk mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan di masa kenormalan baru.

“Ini kita sudah berhasil zona hijau karena masyarakat Kota Tegal itu aktif, kemudian bersinergi dan berkolaborasi dengan pemkot. Pak wali berkeinginan, agar ini dioptimalkan lagi, caranya dengan membentuk relawan. Tujuannya untuk menggiatkan peran serta masyarakat agar lebih aktif lagi,” pungkasnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!