Jumadi: Pemerintah dan Industri Plastik Harus Bekerja Sama Tangani Sampah

Vimanews-JAKARTA-Persoalan sampah, utamanya sampah plastik, seharusnya tidak hanya ditangani sendiri oleh Pemerintah Daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Tegal Muhammad Jumadi dalam Seminar Kebijakan Strategis Nasional Dalam Mewujudkan Kota Bersih dari Sampah Plastik, Kamis (11/7/19) di Conference Room 1/MA3.103 Jakarta International Expo (JIE) Kemayoran.

Jumadi dalam seminar yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tersebut mengatakan perlu kerja sama dengan pihak industri plastik yang aktif bersama-sama mencari titik temu dalam mengedukasi masyarakat terkait penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami pemerintah pasti konsen dengan penanganan sampah, namun demikian banyaknya sampah di Tegal perlu solusi. Saya berharap bisa diskusi dan sharing saling memberikan masukan sehingga nanti ada titik temu,” ungkapnya.

Seminar yang dibuka oleh Wakil Walikota Cirebon Hj. Eti Herawati, juga dihadiri oleh Narasumber antara lain Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar, Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Sri Indah Wibi Nastiti, Edy Rivai dari INAPLAS dan para peserta seminar dari Dinas Lingkungan Hidup sebagai perwakilan Pemerintah Kota yang tergabung dalam APEKSI.

Bukti kepedulian Pemerintah Kota Tegal terhadap pengelolaan sampah, menurut Jumadi, yakni Pemerintah Kota Tegal telah mengeluarkan Perda tentang Pengelolaan Sampah.

Namun, menurutnya, diperlukan solusi yang tepat, agar plastik tetap bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan industri plastik tetap berjualan dan tidak membahayakan kehidupan masyarakat.

Jumadi juga meminta KLHK agar bisa membantu mensinergikan industri dengan pemerintah kota. Sehingga industri aktif untuk bergotong royong bersama pemerintah daerah dengan turun langsung dan share persoalan yang terjadi sehingga nantinya diharapkan akan didapatkan solusi yang tepat.

“Karena cepat atau lambat pasti akan muncul permasalahan kalau tidak ada well information,”sebut Jumadi.

Sementara itu, Sri Indah mengatakan isu sampah plastik merupakan isu penting, sebab plastik merupakan barang yang tidak dapat didaur ulang sangat berbahaya bagi lingkungan.

“Untuk itu diperlukan upaya yang cukup serius bagaimana mengekola lingkungan kota supaya bisa tidak mencemari lingkungan dan berbahaya bagi lingkungan,”ujarnya.

Lebih lanjut Sri Indah mengatakan KLHK juga telah menerbitkan Surat Edaran tahun 2016 bagaimana untuk nenentukan harga kantong kemasan plastik.

“Demikian juga dengan kota-kota lain sudah mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi konsumsi kantong plastik, seperti Samarinda, Bogor, Palembang, Padang, dan lainnya,” bebernya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply