JICA Dan LAPI ITB Akan Kembali Bangun Rusunami Sesuai Paris Agreement 2030

Vimanews-TEGAL-Pemerintah Kota Tegal, menerima kunjungan Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Tim LAPI ITB, yang akan melakukan kunjungan selama dua hari Rabu- Kamis (22-23 Januari 2020).

Kunjungan tersebut bertujuan membicarakan kegiatan SATREPS dan pembangunan Experimental House (Rumah Susun) dimana Pemerintah Kota Tegal dan Experimental House (Rumah Susun) akan menjadi sentral penelitian.

Kegiatan diawali dengan makan siang bersama Tim JICA dan LAPI ITB yang disambut Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Muhamad Jumadi, Rabu (22/1/2020) siang.

Tim dari JICA terdiri dari tujuh orang yakni Takatoi Shunsuke, Senior Representative, JICA Indonesia, Sawayama Yuka, JICA Head Office, Japan.

Dr. Kubota Tetsu, Hiroshima University, Dr. Inoue Yoichi dan Mr. Suzuki Tetsuya, Consultant, Dr. Tsutsumi Atsushi, University of Tokyo dan Ms. Sawatari Miku, JST.

Sedangkan tim dari Jepang juga didampingi dari LAPI ITB yakni Direktur Logistik LAPI ITB, Dr. Dewi Larasati dan Mechanical Engineer dari LAPI ITB, Ir. Erwin.

Usai makan siang Tim didampingi Wakil Wali Kota Tegal Jumadi melakukan kunjungan ke Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) hasil kerja sama antara pemerintah Kota Tegal dengan Japan International Coorporaton Agency (JICA) sebagai Pilot Project Rumah Susun low-emission sudah sesuai dengan Paris Agreement 2030.

“Ini sudah terbukti di Tegal, bahwa rusunawa sudah support Paris Agreement 2030 atau low carbon untuk mengurangi penggunaan energi dengan sirkulasi udara yang baik,” ungkap Wakil Wali Kota Tegal Jumadi, Rabu (22/1/2020).

Menurut Jumadi, terwujudnya pilot project Rusunami di Kota Tegal, merupakan kolaborasi yang baik antara Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Daerah serta Perguruan Tinggi yang bersama-sama bersinergi melaksanakan kerja sama mewujudkan cita-cita bersama.

“Kolaborasi antara Pemerintah Jepang dengan Pemerintah  Daerah dalam rangka bersinergi, untuk sama-sama menginisiasi, mengimplementasikan apa yang diharapkan Paris Agreement. Bukan hanya meeting MoU tapi ini real,” katanya.

Terwujudnya Rusunami empat lantai berisi 12 unit itu dapat ditunjukan kepada Pemerintah Daerah lain di seluruh Indonesia, agar melihat hasil dari apa yang telah dilaksanakan Pemerintah Lokal dan Pemerintah Jepang dan Perguruan Tinggi.

“Apalagi project pilot ini,merupakan yang pertama kali di Indonesia. Bahkan pertama kali di dunia,” imbuh Jumadi.

Dalam kesempatan tersebut Jumadi juga mengucapkan selamat untuk masyarakat Kota Tegal dan selamat menikmati.

Jumadi berpesan untuk masyarakat Kota Tegal agar Rusunami dijaga baik-baik semuanya.

Sementara itu, Dr. Kubota dari Hirosima University mengatakan kelebihan dari Rusunami yang dibangun telah sesuai dengan Paris Agreement.

Namun untuk memperoleh efektifitas dalam penggunaan energi, Dr. Kubota bersama tim akan membangun kembali Rusunawa yang terdiri dari 12 unit namun memiliki desain apartemen yang dimodifikasi kembali.

“Kedepan kita akan menggunakan teknik cooling supaya mendapatkan energy dan sirkulasi udara yang baik. Sekitar 30-40% kita dapat mengurangi carbon setiap tahunnya tergantung kondisi penggunaan energi,” kata Kubota.

Lebih lanjut Kubota mengatakan, timnya memilih Kota Tegal karena memiliki cuaca yang sangat cocok untuk diterapkan pilot project ini.





You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!