Hati Hati..Mulai 1 Desember 2019 Jalan Diponegoro Kota Tegal One Way

Vimanews-TEGAL-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal mulai 1 Desember 2019 akan mulai menerapkan uji coba sistem jalan satu arah atau One Way di Jalan Diponegoro Kota Tegal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tegal Herviyanto dalam konverensi pers, Senin (25/11/19) Siang.

“Jika sebelumnya lalu lintas dari arah Jalan A Yani ke Jalan Diponegoro bisa lurus, mulai 1 Desember 2019 nanti akan dibelokkan ke Jl KH Mansyur dan ke Jalan KH Wahid Hasyim,” jelasnya.

Herviyanto menjelaskan mekanisme pemberlakuan sistem satu arah atau One Way di Jalan Diponegoro diterapkan menuju Jalan A Yani (ke arah utara).

Kemudian, untuk pengalihan arus dari Jalan A Yani yang menuju ke Jalan AR Hakim atau Jalan Jenderal Sudirman harus berputar ke alun-alun Kota Tegal

“Pengendara bisa melewati Jalan KH Wahid Hasyim atau sebelah kiri kompleks balai kota untuk menuju ke Ar Hakim dan Jalan Gajah Mada,” jelas Hervi.

Untuk teknis kesiapan sosialisasi, pihaknya sudah memasang sejumlah banner dan baliho di semua titik menuju Jalan Diponegoro yang akan diterapkan sistem One Way.

Pemberlakuan sistem One Way di Jalan Diponegoro merupakan tindak lanjut dari hasil analisis mengenai dampak lingkungan lalu lintas (Amdal Lalin).

Sebab, berdasarkan evaluasi setelah pembongkaran pulau jalan tepat di ujung Jalan KH Wahid Hasyim menuju Jalan Diponegoro menjadi titik blank spot.

Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan khusus, sekaligus rekayasa lalin sebagai upaya mengurai titik rawan (blank spot) serta bisa mengurai kepadatan kendaraan.

“Berdasarkan informasi yang masuk ke Dishub, telah terjadi 12 laka lantas karena adanya pembongkaran pulau jalan. Bahkan, delapan korban diantaranya patah tulang,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi bertambahnya korban laka lantas, lanjut Hervi, pihaknya melakukan kajian Amdal Lalin dan berinisiatif menerapkan Sistem One Way di Jalan Diponegoro.

Selain itu, pertimbangan sistem One Way tersebut juga sebagai pilot project dalam pengaturan lalin yang fokus di sepanjang jalan protokol pusat kota.

Lebih lanjut Hervy mengatakan, sampai dengan uji coba, tidak akan melakukan penindakan.

“Kita akan melakukan pendekatan secara persuasif, sosialisasi sampai dengan akhir Desember. Setelah itu, bagi yang melanggar akan ditindak oleh petugas yang berwenang,” tutupnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply