Harga Garam Ditingkat Petambak Kabupaten Brebes, Anjlok

Vimanews-BREBES-Harga garam ditingkat petambak di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Anjlok. Harga perkilogram garam, hanya berkisar empat ratus hingga lima ratus rupiah.

Anjloknya harga garam tersebut dipicu akibat melimpahnya pasokan hasil produksi pada Tahun lalu.

Ratusan karung garam milik petambak garam Di Desa Kaliwlingi, Brebes, Jawa Tengah masih menumpuk di areal tambak Rabu (10/7/19).
.
Tumpukan garam tersebut, merupakan hasil panen di bulan bulan Juni Hingga November Tahun 2018. Akibat melimpahnya pasokan tersebut, petani kesulitan memasarkan.

Selain kesulitan memasarkan, kondisi tersebut juga berdampak mengakibatkan harga jual garam anjlok.

“Saat ini, ditingkat petambak harga perkilogram garam ditawar empat ratus rupiah. Padahal pada Tahun lalu, harga jual perkilogram garam mencapai diatas Tujuh Ratus Rupiah” ujar Surya salah seorang petambak garam.

Biasanya para petambak menjual ke pengepul.

Tak hanya di tingkat Petambak, stok garam juga masih menumpuk hingga ratusan ton di sejumlah gudang milik pengepul. Pengepul mengaku kesulitan memasarkan dampak dari melimpahnya pasokan dari daerah lain.

“Sementara ini saya hanya menyalurkan untuk memenuhi kebutuhan para pengusaha ikan asin, seperti di Kota Tegal dan Cirebon”tutur Slamet solihin salah seorang pengepul.

Akibat ketersedian garam yang masih melimpah, kini para petambak lesu untuk memulai produksi. Apalagi, hasil panen tahun lalu masih menumpuk, belum seluruhnya terjual.

Mereka takut merugi, karen harga saat ini sangat anlok masih sangat jauh untuk bisa menutup biaya produksi.

Biasanya pada cuaca normal, satu hektar tambak bisa memproduksi 12 Ton garam dalam sekali panen, setelah Tujuh hari proses pengkristalan.

Para petambak berharap Pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga agar petambak bisa memperoleh untung.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply