Gelapkan Uang Nasabah Miliaran Rupiah Seorang Wanita Cantik Ditangkap Polisi

Vimanews-TEGAL-Setelah sempat tidak diketahui keberadaannya, seorang karyawati PT Bank Perkreditan Rakyat Central Artha yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tegal Kota, Jumat, 5-Juni-2020.

Tersangka FBW (39) ditangkap di rumahnya Perumahan Mejasem Baru II Jl. Imam bonjol No. 8 Ds. Mejasem Barat Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal.

“Penangkapan terhadap FBW dilakukan setelah mendapat laporan dari korban Virgin Kristina (54) yang beralamat di Jalan Pala Raya Mejasem Kabupaten Tegal,” terang Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Gineung Pratidina Fijaya Kusuma, Senin (8/6/2020) di ruang kerjanya.

AKP Gineung menjelaskan pada 08 Mei 2020 sekitar pukul 12.30 WIB korban datang ke kantor PT. Bank Perkreditan Rakyat Central Artha berniat untuk mengecek deposito dan juga hendak melakukan pencairan deposito.

Namun, ketika korban menanyakan deposito ternyata dari pihak PT. Bank Perkreditan Rakyat Central Artha menyatakan bahwa dana deposito korban hanya ada sejumlah Rp 300.000.000,”ujarnya.

Korban, kata Kasat Reskrim, mengaku telah menyetorkan uang sejumlah Rp 1.600.000.000,- ke PT. Bank Perkreditan Rakyat Central Artha melalui FBW untuk didepositokan selama 3 bulan.

“Uang tersebut disetorkan secara bertahap sebanyak 4 kali setoran. Semuanya diterima langsung oleh FBW,” ungkap AKP Gineung.

Dari empat kali setoran tersebut, lanjut Gineung, korban hanya menerima dua lembar bukti setoran yaitu setoran tanggal 04 Maret 2020 sejumlah Rp 800.000.000,-dan setoran tanggal 05 Maret 2020 sejumlah Rp 300.000.000,-

Dua setoran korban lainnya kata Gineung, tidak diberikan tanda terima dan dari uang total sejumlah Rp. 1.600.000.000,- diterbitkan lima lembar bilyet deposito.

“Empat lembar diterima dari korban dan satu lembar diterima korban dari salah satu karyawan PT. Bank Perkreditan Rakyat Central Artha,” terangnya.

Lebih lanjut Gineung menjelaskan korban sempat melakukan klarifikasi kepada FBW dan diakui FBW kalau uang milik korban hanya disetorkan sejumlah Rp 300.000.000, sedangkan sisanya digunakan sendiri olehnya.

“FBW juga mengakui kepada korban bahwa bilyet deposito yang diberikan tersebut adalah palsu,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sejumlah Rp 1.300.000.000.

Selain Virgin Kristina, ada tiga pelapor lainnya Yuniar Purnama Dewi dengan kerugian Rp 1.400.000.000, Ani Setyowati Tjoa dengan kerugian Rp 1.000.000.000, Mubyarama Putra Indano dengan kerugian Rp 370.000.000.

“FBW telah kami tahan dan kasusnya sedang kami lakukan pendalaman,” tutup AKP Gineung Pratidina Fijaya Kusuma.


You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!