Dukung PKM Jawa Bali, Mulai 11-25 Januari 2021 Pamkot Tegal Perketat Tempat Wisata

Vimanews-TEGAL-Dukung pelaksanakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jawa Bali, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah mengeluarkan kebijakan dengan memberlakukan pembatasan kegiatan di bidang pariwisata.

Kebijakan tersebut akan mulai diberlakukan, pada Senin 11 Januari hingga 25 Januari 2021 bersamaan dengan dimulainya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di sejumlah wilayah di Jawa dan Bali.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Cucuk Daryanto menjelaskan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono telah mengeluarkan surat edaran (SE) pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian Covid-19 di bidang pariwisata,

“Surat Edaran tersebut dikeluarkan Wali Kota menindaklanjuti Instruksi Mendagri dan Gubernur Jawa Tengah terkait pembatasan di bidang pariwisata. Dan mulai kita berlakukan  Senin 11 Januari hingga 25 Januari 2021,” kata Cucuk, Minggu (10/1/2021) siang.

Dalam SE Wali Kota Tegal Nomor 443/001, kata Cucuk, ditujukan untuk pengelola tempat wisata, karaoke, pengelola spa atau panti pijat, restoran atau rumah makan, hingga kafe dan hotel.

Meskipun Kota Tegal tidak termasuk yang ditunjuk melaksanakan PKM serentak, hanya saja diperlukan langkah strategis untuk mendukung pencegahan penularan Covid-19.

“Untuk itu, di seluruh sektor pariwisata, diinstruksikan penerapan protokol kesehatan lebih ketat. Di objek wisata Pantai Alam Indah, kita batasi maksimal 1.000 pengunjung atau maksimal 30 persen dari kapasitas,” ujarnya.

Dan jumlah tamu usaha restoran, rumah makan atau kafe maksimal 25 persen dari kapasitas normal.

“Termasuk pembatasan jam operasional dibatasi hanya sampai pukul 19.00 WIB,” imbuhnya.

Pihaknya, sambung Cucuk, juga membatasi jumlah tamu dan ketersediaan kapasitas ruangan usaha karaoke dan spa hingga panti pijat maksimal 50 persen dari kapasitas normal. Jam operasionalnya juga dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

“Usaha jasa akomodasi atau perhotelan juga harus mewajibkan tamu menunjukan surat keterangan negatif hasil rapid antigen yang masih berlaku,” jelas Cucuk.

Surat Edaran tersebut, menurut Cucuk, harus dipatuhi semua pengelola usaha karaoke. Ada tindakan tegas yang akan diambil Pemkot Tegal bagi siapa saja yang melanggar.

“Seluruh usaha pariwisata yang melanggar, maka sesuai SE Wali Kota tersebut akan ditindak tegas berupa penutupan sementara selama tiga hari guna evaluasi lebih lanjut,” tegas Cucuk.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!