Dua Bulan, Polres Tegal Kota Berhasil Ungkap Lima Kasus Kriminal

Vimanews-TEGAL-Sebelas orang pelaku sejumlah tindak kriminal diwilayah hukum Polres Tegal Kota berhasil diringkus Satuan Reserse dan Kriminal, dalam bulan September hingga Oktober 2020.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo kepada sejumlah awak media dalam konferensi pers, Senin (2/11/2020) sore.

Kapolres mengatakan dalam kurun waktu dua bulan tersebut ada lima kasus berhasil diungkap Satuan Reskrim Polres Tegal Kota.

“Kelima kasus tersebut yakni kasus penipuan dan penggelapan, perkara fiducia, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat), serta perjudian online,” terang AKBP Rita Wulandari Wibowo.

Kasus pertama, kata Rita, penipuan dan penggelapan sepeda motor yang terjadi di depan Kantor PLN Kota Tegal, beberapa bulan lalu.

Korbannya SA warga Slawi, tersangka utamanya KS warga Bojong Bata, Pemalang.

“Modus yang dilakukan dengan berpura-pura mencintai dan akan menikahi. Lalu korban meminjamkan sepeda motor yang dibawa kabur dan dijual ke penadah,”jelasnya.

Untuk kasus kedua, perkara fiducia dengan tiga orang tersangka. Namun satu tersangka diantaranya tidak ditahan karena baru melahirkan.

“Ketiga tersangka FT, AS dan LK melakukan penggelapan kendaraan roda empat dan akan kita kenakan Pasal 36 UU RI No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fiducia yang kita lapis dengan Pasal 372 KUHP,”ujar Rita Wulandari.

Sementara itu, lanjutnya, kasus ketiga pencurian dengan pemberatan, dimana seorang tersangka melakukan pencurian di sebuah rumah saat dini hari yang mana barang hasil kejahatan tersebut kemudian dijual ke penadah.

“Pelelaku BS ditangkap, kemudian KA sebagai penadah. TKPnya dua tempat, modusnya mencongkel dengan obeng dan golok untuk masuk ke dalam rumah,” ungkapnya.

Kemudian kasus yang keempat yaitu pencurian motor di halaman masjid di Jalan Slamet, Kelurahan Panggung yang terekam kamera CCTV.

“Pelaku AM asal Pemalang, barang buktinya satu unit motor Mio J dan sebuah surat tilang,” kata Rita.

Dan kasus kelima perjudian online. Satu tersangka yang diamankan berinisial BD.

“BD ini berlaku sebagai bandar dengan modus menerima beberapa uang dan berlaku sebagai bandar untuk situs judi online, ” pungkas AKBP Rita Wulandari Wibowo.



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!