Destinasi Wisata Baru Akan Hadir di Tegal


Vimanews-TEGAL – Taman Wisata Wirapati yang berada di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, akan menambah deretan destinasi tempat rekreasi baru di Kabupaten Tegal. Taman wisata yang dibangun pada lahan seluas 30 hektare tersebut, rencanyana akan mengusung agro wisata alam.

Ditemui di ketinggian 350 Mdpl, Kades Dermasuci, Mulyanto mengatakan, saat ini proses pembangunan baru mencapai sekitar 10 persen. Pihaknya menargetkan, proses pembangunan bakal rampung pada Lebaran 2019 mendatang.

“Kita kebut pembagunannya hingga lima bulan ke depan. Semoga tidak meleset dari target yang ditetapkan,” ungkapnya.

Berbekal pada anggaran dana desa, wisata tersebut nantinya akan dilengkapi dengan sejumlah wahana yang sangat menarik. Seperti diantaranya, wahana flying fox, paralayang, paramotor, out bond dan camping ground.

Untuk menarik para wisatawan, sambung Mulyanto, pihaknya telah membangun sejumlah tempat yang cocok untuk berswafoto maupun berselfie ria. Dengan mengambil latar belakang pemandangan alam, kini sebuah menara cinta dan rumah pohon hampir rampung digarap.

“Backgroundnya pemandangan alam. Sangat pas untuk berfoto-foto. Bahkan, Waduk Cacaban dan Gunung Gajah, Pemalang kelihatan jelas,” katanya.

Lantaran menggunakan dana desa, maka pengelolaannya pun akan memberdayakan warga setempat. Sehingga nantinya akan selaras dengan tema wisata yang berbasis kemasyarakatan. Namun demikian, tidak menampik pula nantinya akan dibuka pintu kepada investor untuk berinvestasi di Taman Wisata Wirapati.

Lebih jauh Mulyanto menerangkan, dibangunnya wisata di desanya tersebut, merupakan cita-cita leluhurnya dulu. Dimana kisah yang beredar di Desa Dermasuci menyebut, bawa nantinya desa yang dikelilingi perbukitan itu akan menjadi pusat keramaian.

“Konon katanya, cerita orang tua dulu. Sesepuh di Desa kami mengatakan kalau Desa ini akan jadi pusat keramaian. Mungkin inilah waktunya untuk menjawab cerita tersebut,” harapnya.

Ihwal anggaran, Mulyanto mengaku keseluruhan pembangunan membutuhkan dana sekitar Rp 6 Miliar. Namun, dana tersebut nantinya dikomparasikan dengan situasi yang ada.

“Karena tidak semua biaya digelontorkan, maka pembangunannya pun bertahap. Terlebih, keseluruhan tenaganya murni dari warga sekitar,” tutupnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply