Banyaknya UMKM Di Tegal Picu Peningkatan Penyaluran KUR Di Jawa Tengah

Vimanews-TEGAL-Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkinka) Eks Karesidenan Pekalongan menggelar Seminar Economic Outlook 2019, Kamis (14/2/19) di Gedung Adipura Komplek Balaikota Tegal.

Dalam seminar yang bertema “Sinergi dan Optimisme Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Daerah yang Berkelanjutan Berbasis Perluasan Akses Keuangan terungkap Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah selama 2018 terlihat signifikan.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, angkanya mencapai Rp 21,22 triliun.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK Kantor Regional III Jateng-DIY Indra Yuheri mengatakan, KUR Jateng menyumbang 17,63 persen dari KUR nasional.

“Kita patut berbangga karena KUR Jateng menyumbang signifikan untuk Nasional yang realisasinya Rp 120, 35 triliun,” katanya.

Tingginya angka realisasi KUR, menurut Indra Yuheri, di antaranya dipicu oleh faktor banyaknya jumlah UMKM. “Total ada 4 juta lebih UMKM atau 90 persen mendominasi untuk seluruh bentuk usaha se-Jateng,”ungkapnya.

Menurutnya,penyaluran KUR yang mencapai lebih dari Rp 21 triliun, berasal dari para debitur sebanyak 910.164 UMKM. Khusus untuk eks-Karesidenan Pekalongan, juga berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Tercatat, selama tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di eks-Karesidenan Pekalongan mencapai 5,30 persen atau tertinggi dibandingkan Jateng,”jelasnya.

Lebih lanjut Indra mengatakan bahwa Pertumbuhan ekonomi eks Karisidenan Pekalongan masih tertumpu pada industri pengolahannya sebesar 23,69 persen. Disusul sektor pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 20,52 persen, dan Pedagangan Besar dan Eceran 18,02 persen.

Sementara itu ditemui usai acara Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV Otoritas Jasa Keuangan, Teguh Supangkat menyampaikan Tegal berpeluang untuk bisa memberikan kontribusi lebih kepada pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. 

“Tegal merupakan wilayah yang strategis, sesuai dengan apa yang disampaikan narasumber tentang meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah pada tahun 2018,”ujarnya.

Menurutnya, Tegal harus mempunyai kontribusi yang lebih karena letaknya strategis di pantura. Salah satunya dengan memanfaatkan peran pelabuhan untuk dijadikan pusat pariwisata perikanan atau industri perikanan. Dan juga daerah sentra bisnis yang masih kecil bisa ditingkatkan lagi supaya lebih maju.

“Sekarang di Tegal sendiri sudah ada akses jalan tol yang merupakan tantangan dan peluang bagaimana kita bisa memanfaatkan akses jalan tol untuk meningkatkan ekonomi. Misalnya perlu adanya sentra telur asin atau produk lokal yang menjadi unggulan,” pungkasnya

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply