Bank Indonesia Tegal Ajak Pelaku UMKM Gunakan QRIS

Penggunaan QRIS dalam bertransaksi untuk menjawab tuntutan zaman dalam bertransaksi jual beli. Di mana perkembangan alat pembayaran non tunai saat ini telah berevolusi secara pesat seiring berkembangnya ekonomi dan keuangan digital 4.0.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M Taufik Amrozy kepada wartawan, saat Media Breafing Pekan QRIS Nasional (PQN) Rabu (11/3/2020) .

Bank Indonesia Perwakilan Tegal, kata Taufik, kini tengah gencar menggandeng pelaku UMKM agar menggunaan QRIS dalam bertransaksi jual beli.

“Sebagai kota metropolis, Kota Tegal memiliki ribuan UMKM yang tersebar di seluruh wilayah. Sehingga nantinya, transaksi jual beli produk UMKM tidak perlu menggunakan uang tunai,”katanya.

Menurutnya sejak Qris efektif digunakan mulai 1 Januari 2020, sudah ada 31 UMKM yang sudah memanfaatkan QRIS.

QRIS, kata Taufik, merupakan standar Quick Response (QR) yang mengintegrasikan seluruh platform aplikasi pembayaran digital yang diterbitkan oleh seluruh penyedia jasa sistem pembayaran.

“Senin kemarin kita sudah sosialisasi di Kampus UPS Tegal. Selain dihadiri mahasiswa, kita juga mengundang pelaku UMKM di Kota Tegal,” jelasnya.

Saat ini, menurutnya, setidaknya BI Tegal sudah bekerjasama dengan bank pemerintah daerah (BPD) Bank Jateng serta penyedia jasa nonbank Link Aja untuk menarik merchant atau pedagang UMKM.

“Yang masih jadi kendala kita saat ini, pedagang atau UMKM kita masih senang pegang uang cash. Sehingga perlu terus membangun kesadaran masyarakat lebih intensif lagi, maka kita terus sosialisasi, salah satunya melalui Pekan QRIS Nasional ini,”ujar Taufik.

Untuk memanfaatkan QRIS bagi pedagang saat ini tidaklah sulit bahkan tanpa dipungut biaya

“Cukup mendaftarkan ke BI, atau melalui bank lainya yang sudah menerbitkan standar QRIS. Kemudian nanti gambar kodenya bisa ditempelkan di kios, gerobak, atau lainnya,” terangnya.

Salah satu keunggulan QRIS adalah antar platform aplikasi yang dikembangkan perusahaan penyedia jasa pembayaran, baik bank ataupun nonbank sudah saling terhubung dengan mudah, termasuk bank-bank di daerah.

“Dengan QRIS, kita dapat mendorong kemajuan sektor UMKM termasuk koperasi. Tentunya mempercepat akses keuangan bagi pelaku usaha. Sehingga membantu peningkatan aktivitas inklusi ekonomi, dimana pelaku usaha tersebut berada,” ujar Taufik.

Secara umum, imbuhnya, terdapat berbagai manfaat penggunaan QRIS bagi masyarakat dalam bertransaksi sebagaimana jargonya QRIS Unggul yaitu Universal, GampanG, Untung dan Langsung).

Ada beberapa manfaat khusus bagi merchant atau UMKM pengguna QRIS . Di antaranya pembayaran menggunakan QRIS mengikuti tren pembayaran non tunai digital.

“Artinya tersedia alternatif metode pembayaran bagi customer sehingga memperluas pangsa pembeli khususnya generasi muda yang tentunya berpotensi meningkatkan omset penjualan,” kata Taufik.

Selain itu, terpisahnya uang hasil penerimaan usaha dan untuk keperluan pribadi secara otomatis karena hasil penerimaan dari QRIS akan otomatis masuk rekening.

Kemudian mengurangi kesulitan merchant dalam menyediakan uang kecil untuk kembalian, serta enghilangkan potensi kerugian akibat penerimaan pembayaran menggunakan uang palsu.

Dengan menggunakan QRIS, hasil penjualan tercatat otomatis dan uangnya langsung tersimpan di bank serta dapat dimonitor setiap saat melalui aplikasi.

Selain itu, bagi pedagang UMKM, terdapat manfaat pemangku kebijakan dan stakeholder terkait yang juga menggunakan QRIS. Di antaranya terdatanya jumlah pelaku UMKM karena dengan QRIS, semua pelaku UMKM memperoleh Nomor ID Nasional (NMID).

Kemudian, sumber data baru untuk mendukung formulasi kebijakan yang lebih tepat. Tersedianya alternatif pembayaran restribusi dan pajak yang murah dan efisien, serta tersedianya model bisnis untuk implementasi SE Mendagri 2019 tentang elektronifikasi pemda.

Tak hanya itu, QRIS juga menjadikan terbukanya peluang usaha baru bagi bank milik Pemda yaitu BPD untuk mengimplementasikan digital payment. Serta sebagai salah satu persiapan daerah masuk ekonomi keuangan digital sekaligus membantu percepatan smart city.

“Kota Tegal saya yakin bisa. Beberapa kota lain sudah lebih maju, karena sejalan dengan menjadi smart city. Kota Tegal bisa seperti Solo misalnya yang jadi percontohan, baik untuk transaksi pemdanya maupun lainya,” kata Taufik.

Maka melalui Pekan QRIS Nasional ini bertujuan untuk memperluas informasi dan edukasi kepada masyarakat serta meningkatkan pengunaan QRIS oleh perusahaan penyedia jasa sistem pembayaran dan merchant.

“Puncak Pekan QRIS Nasional ini di Kota Tegal akan digelar di Balai Kota yang dikemas dengan Pesta Rakyat pada Sabtu 14 Maret mendatang,” pungkasnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply