Awas Kena Kartu di Event Nasioanal Merpati Tinggi Kolongan

Vimanews-TEGAL-Berbagai persiapan telah di lakukan panitia jelang digelarnya lomba nasional mepati tinggi kolongan twister cup yang akan di adakan Jumat- Minggu (20-22 April 2018) di Kalangan Padel, Desa Getaskerep, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

Untuk lomba kali ini, pihak panitia sudah mulai menyebar undangan kepada para penghobi merpati tinggi kolongan baik lokal maupun luar daerah bahkan luar pulau Jawa.

“Tercatat ada beberapa tim dari luar daerah serta luar pulau jawa yang sudah melakukan kontak atau konfirmasi langsung ke panitia akan kehadiran tim mereka di lomba tersebut,” terang Ibnu, Ketua Panitia Lomba merpati tinggi kolongan padel.

Menurut Ibnu, panitia sudah melakukan kontak dan konfirmasi dengan mereka, semoga mereka bisa ikut berpartisipasi di event lomba merpati tinggi nasional kali ini. “Ada tim dari Batam, Lampung, Banten, Jabodetabek, Karawang, Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang,”jelas Ibnu.

Selain itu, kata Ibnu, ada beberapa persiapan khusus yang mulai diterapkan di kalangan padel, yaitu dengan adanya penggunaan kartu kuning, kartu merah dan kartu hitam.

Kartu kuning, kartu merah akan di berikan kepada joki geber yang melakukan pelanggaran kepada penggeber lain, didalam area tempat penggeber dan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran itu sendiri.

“Jika pelanggaran itu masih terhitung ringan kita berikan peringatan dengan diberikan kartu kuning, dan jika berat kita akan berikan kartu merah artinya joki geber dan burung yang sudah masuk babak selanjutnya akan dinyatakan gugur. Dan untuk kartu hitam dimana bila ada kecurangan paling fatal seperti menukar burung lomba dengan burung yang lain maka tim yang membawahi joki geber tersebut dinyatakan diskualifikasi dan tidak boleh ikut lomba,”tegas Ibnu.

Sementara itu, Yohanes dari tim Dapur Pacu Doro Pacu, Jakarta, mengatakan kita akan lebih bangga menjadi juara manakala juara yang kita peroleh bukan hasi kecurangan melainkan hasil usaha dari perjuangan yang jujur.

Hal senada juga ditambahkan oleh Iwan dari tim Abimanyu, Kabupaten Tegal. “Penggunaan kartu yang diterapkan di Kalangan Padel sejatinya adalah untuk tertib dan lancarnya perlombaan, jangan sampai ternoda oleh aksi tidak terpuji pada saat lomba berlangsung,”ujarnya.

Sebagaimana sifat burung merpati yang memerlukan adaptasi di lapangan atau kolongan yang baru, panitia lomba kolongan Padel juga mengadakan event pra lomba yang telah dilaksanakan 2 kali yaitu pra lomba pertama, Sabtu-Minggu, (24-25 Maret 2018) dan pra lomba ke dua Jumat-Minggu (6-8 April 2018).

Pra lomba pertama dengan total hadiah lebih dari 29 juta berhasil mengantarkan Jendral dari Tim Fai, Brebes sebagai juara pertama, juara kedua Banuwastra dari tim B Ker, Tegal dan juara ketiga Sahara dari tim B Ker, Tegal.

Sedangkan pra lomba kedua dengan total hadiah lebih dari 40 juta dikarenakan waktu tidak memungkinkan untuk dilanjutkan lomba, dimana peraturan Kolongan Padel apabila jam sudah menunjukan 17.30 WIB dan salah satu pemain atau pemilik burung memutuskan tidak dilanjutkan maka lomba akan di hentikan.

Untuk pra lomba kedua tersebut hadiah lomba di bagi 9 peserta yang masih tersisa yaitu burung dengan nama, Meteor, Monster, Prabowo, Angin Hitam, Prima Star, Nokia, Senopati, Sriwijaya, Dewa Krisna.

Ketua Panitia Ibnu meminta kepada semua penghobi merpati supaya menjaga sportifitas dan keamanan selama berlangsungnya even lomba merpati tinggi nasional tersebut.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!