69.580 Debitur Se Eks Karesidenan Pekalongan Telah Dapatkan Restrukturisasi Kredit

Vimanews-TEGAL-Sebanyak 69.580 nasabah atau debitur telah mendapatkan restrukturisasi kredit dari perbankan maupun industri keuangan yang ada di wilayah eks karisidenan Pekalongan.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto, melalui Video Telekomference, Jumat (8/5/2020).

Ludy menjelaskan jumlah tersebut tercatat per 30 April 2020.

“Data kami dapat dari Perbankan dan insdustri keuangan lainnya yang berada di wilayah kerja OJK Tegal,” kata Ludy.

Ludi mencontohkan di perbankan, ada 23.865 nasabah yang telah disetujui. Dengan oustanding mencapai Rp 2.154 miliar.

“Untuk debitur di bank umun, jumlah debitur 22.782 dan nilainya mencapai Rp 2.070 m. Kemudian di BPR dan BPRS debitur yang mendapat restrukturasi mencapai 1.083 dengan oustanding Rp 84.2 m,” terangnya.

Di dunia Industri Keuangan Non Bank ( IKNB ) mencatat 3482 dengan nilai rupiah mencapai Rp 126.058.570.892.

Sementara di IKNB lainnya yang masuk di PT Permodalan Nasional Madani (Persero) tercatat 18.368 telah mendapat restrukturasi dengan oustanding mencapai Rp 39.989.403.000.

Sampai sekarang, lanjutnya, pengajuan restrukturisasi masih terus berjalan.

“Kami berharap, apakah itu pedagang UKM maupun pelaku usaha lainnya bisa mengajukan semuanya di lembaga keuangan atau industri keuangan di tengah pandemi covid 19 ini,” ungkapnya.

Dan jika telah mengajukan permohonan keringanan, pihak lembaga keuangan atau nasabah juga akan melakukan upaya perjanjian kembali dan hingga menciptakan kesepakatan bersama lagi.

Masyarakat, diharapkan juga bisa memahami kebijakan yang diterapkan oleh perbankan atau lembaga keuangan itu.

Sebab tidak semua lembaga keuangan juga memiliki dana besar. Terlebih di tengah pandemi covid, industri keuangan juga ikut terdampak.

“Ini disebabkan sangat sedikit perputaran uang yang masuk, dan justru banyak dalam pengeluaran,”pungkasnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!