14.394 Debitur Dapat Keringanan Kredit

Vimanews-TEGAL-Keringanan kredit atau restrukturisasi dari perusahaan atau leasing di wilayah eks Karesidenan Pekalongan telah diberikan pada sekitar 14.394 debitur di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cabang Tegal, Ludy Arlianto, melalui Teleconferance, Senin (20/4/2020) siang dengan awak media di Kantor OJK Tegal.

Ludy mengungkapkan, dari 14.394 debitur yang telah mendapat persetujuan keringanan kredit dengan nilai total Rp. 1,33 triliun tercatat per 16 April 2020.

Menurutnya, tercatat ada 36.699 debitur dari tujuh kabupaten/kota di wilayah eks karesidenan Pekalongan sebel terdampak pandemi Covid-19 dengan total kredit mencapai Rp. 3,29 triliun.

“Jumlah itu terdiri dari debitur perbankan dan debitur di industri keuangan nonbank,” terang Ludy .

Sedangkan di industri jasa keuangan (IJK) nonbank,sambungnya, ada dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebanyak 20.470 debitur dengan nominal Rp. 44,63 miliar.

Kemudian, dari perusahaan pembiayaan atau leasing sebanyak 527 debitur dengan nominal Rp 20,99 miliar, dari PT Pegadaian (Persero) sebanyak 5 debitur dengan nominal Rp. 340,92 juta.

Sementara jumlah debitur dari seluruh IJK yang saat ini masih dalam proses pengajuan permohonan keringanan kredit 73.641 debitur.

IJK, menurut Ludy,membutuhkan waktu dalam melakukan lenilaian pada proses restrukturisasi kredit.

“Jadi tidak benar kalau ada yang bilang masyarakat tidak dilayani. Namun memang pihak bank, perusahaan pembiayaan atau leasing, PNM, pegadaian, serta IJK yang lain, butuh waktu,” ujarnya.

Lebih lanjut Udy menjelaskan, jika debitur telah mengajukan permohonan keringanan kredit, tentunya IJK akan segera memberitahukan hasil keputusannya kepada debitur. Karena memang ada beberapa industri yang masih menunggu persetujuan dari kantor pusat.

“Masyarakat yang akan mengajukan permohonan keringanan kredit ini diharapkan tahu bahwa keringanan ini ditujukan untuk masyarakat yang benar benar memerlukan,”katanya.

Bentuk keringanan yang diatur dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020, kata Ludy, dimaksud dapat berupa penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok atau bunga, penambahan fasilitas kredit maupun penundaan pembayaran angsuran.

Saat ini, imbuhnya, hampir seluruh IJK telah memiliki kebijakan internal dan siap mengimplementasikan kebijakan restruktrisasi kredit tersebut.

“Sehingga bagi warga yang memang perlu keringanan kredit ini, silahkan ajukan ke industri yang saat ini menjadi mitra. Adapun debitur yang masih mampu, diharapkan tetap membayar angsuran agar dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat lain yang memang membutuhkan,” terangnya.

Kepada para nasabah, Ludy meminta untuk tidak berbondong-bondong datang ke bank atau perusahaan leasing, terkait stimulus restrukturisasi kredit akibat dampak virus corona.

“Nasabah dapat mengajukan permohonan melalui telephone, melalui WhatsApp atau melalui email kepada IJK dimaksud. Hal ini ditekankan karena Indonesia masih menerapkan social distancing dalam memutus rantai penularan Covid-19,” pungkasnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!